Rabu, 06 Juni 2018

Berproses Belajar Memaklumi




amit amit ngaliman salam
mohon ijin berbagai 
# berproses belajar memaklumi 


seiring bertambahnya usia. saya belajar menerima kenyataan bahwa setiap manusia dewasa yang saya temui punya lifestyle dan pandangan hidup yang berbeda beda. dan itu wajar saja. dengan resiko enak dan tidak enak akan dirasakan sendiri oleh yang bersangkutan.
*
*
saya belajar tidak memaksakan prinsip hidup saya untuk dipakai orang lain. dan belajar menghargai prinsip hidup orang lain walopun itu mungkin masih aneh atau asing. saya berusaha menghindari berdebat tentang isu di media massa yang tidak penting bagi hidup. karena akan memboroskan waktu dan tenaga.
*
*
saya tahu. tidak semua orang dewasa punya kesadaran hidup menjaga kebersihan, tertib berkendara, belajar antri, mau olahraga teratur. mau mengurangi perusakan lingkungan. karena itu semua butuh proses pendidikan, pelatihan dan waktu . maka saya harus maklum pada perilaku yang kurang tertib, daripada terus berkonflik dan menyalahkan. saya mulai menertibkan diri sendiri saja.
*
*
bagi saya pribadi. sangat rugi kalo sudah menua baru belajar makna hidup, karena kekuatan raga dan panca indra akan berbeda dan pilihan merubah lifestyle lebih terbatas di masa tua,
*
*
kehidupan adalah saat ini. sodara hanya bisa menjalani saat ini. masa depan belum terjadi. kemudian masa lalu mau dianggap sebagai pengalaman pelajaran atau sebagai beban menjalani hidup. semua tergantung pada pola pikir setiap individu yang menjalani. karena enak dan tidak enak. akan dirasakan sendiri.
*
*
dengan belajar memaklumi dan terus berproses, hasilnya sementara ini yang saya rasakan adalah lebih mudah menerima kenyataan hidup. saya menerima kenyataan bahwa ada lebih dari 4 milyar manusia di bumi rebutan mencari makan , mencari uang , mencari kesenangan hidup.
*
*
karena ada milyaran manusia di planet bumi yang juga merasakan menderita dalam hidupnya. saya pun merasa biasa saja, tidak istimewa dalam penderitaan hidup dan lebih banyak bersyukur.
*
*
saya pelajari mobil dan sepeda motor itu awalnya di ciptakan oleh penemunya sebagai alat transportasi. bukan sebagai alat pamer atau alat pencitraan status sosial. namun kondisinya saat ini sudah bergeser fungsi. dan itu nyata terjadi. begitupula ajaran spiritual dari para tokoh tercerahkan masa lalu. kalo saat ini sudah bergeser fungsinya untuk tujuan kekuasaan atau tujuan yang lebih buruk seperti perbudakan manusia. sekali lagi, saya cukup maklum saja.
*
*
dengan lebih banyak bersikap maklum pada kejadian diluar diri dan lebih fokus menata diri sendiri. maka hidup jadi lebih ringan dan fokus pada kebahagiaan diri sendiri. lalu jika ada waktu luang, dipakai untuk hal hal yang lebih bermanfaat.
*
*
sambil minum kopi dan memutar koleksi album lawas kecapi suling , diiringi syair berbahasa sunda halus cianjuran. yang saya tidak paham artinya. tapi merdu sekali. saya berdoa , semoga kita semua slamet waras dan bahagia. terima kasih.
*
*
salam,
wuddha paing





Tidak ada komentar: