Langsung ke konten utama

kesan 11 tahun gunakan internet

malam ini cukup lelah, mau menulis namun rasa malas melanda. saya berbaring sambil memutar musik easy listening jazz. pilihan jatuh kepada Album Selena Jones. kalo mendengar nyanyian selena jones, " i leave my heart in San Francisco "  imajinasi saya langsung merasa sedang duduk di pesta dimana lelaki memakai tuksedo dan wanitanya memakai gaun yang indah. tidak ada kesibukan membalas sms.

alunan lagu selena jones memasuki pertengahan album, sudah mulai membuat saya " fly ". itu istilah saya ketika mencoba menikmati musik Jazz dan sudah merasa sangat nyaman dan terhanyut. biasanya kopi hitam menyertai saya mendengarkan musik jazz dan rokok dji sam soe filter yang menjadi idola saya  menggantikan Class Mild sejak 2007. namun sudah setengah tahun ini saya mengurangi minum kopi hitam. sedangkan rokok, tidak sama sekali.

bahkan ketika sedang liburan menginap di hotel. sejak 2006, kebiasaan saya dulu. kalo sudah  dini hari menjelang subuh. saya biasa bangun dan merokok di dekat jendela kamar. sambil membaca buku dan minum teh. lalu tidur lagi. bahkan terakhir bulan september 2011. turun dari bus sampai di jakarta. saya sendirian bawa ransel. jam empat pagi duduk di trotoar dekat  musholla area terminal kampung rambutan jakarta timur . menunggu jam 5 pagi. sambil pesan kopi hitam kepada pedagang kopi dan merokok dji sam soe filter.  jadi teringat ketika Maret 2011, saya berkunjung ke museum rokok kretek Sampoerna di Surabaya.

rokok itu enak, kopi hitam enak. tapi saya tidak mau bergantung selalu pada yang enak tapi kurang baik bagi tubuh saya. apalagi sudah tahunan saya penggemar berat kopi hitam. sekarang saya berganti kopi yang lebih soft, sesekali  boleh menikmati kopi hitam dan rokok dji sam soe saat acara penting.

kalau buku dan internet saya masih kecanduan. bulan maret 2012 ini. saya telah genap menjadi pemakai internet selama sebelas tahun. sudah ratusan situs porno saya kunjungi, sudah banyak situs ilmu pengetahuan yang saya kunjungi. yang paling berkesan adalah ketika tahun 2001, sebelum kejadian 11 september 2011 ,yaitu 2 gedung menara World trade Centre di New York ditabrak 2 pesawat dan hancur. saat itu saya menelusuri situs white house amerika , melihat ruangan di white house lewat situs resmi. melihat lukisan presiden amerika yang pertama sampai selanjutnya.

saya kagum pada filosofi yang tercantum di dalam declaration of independence Amerika yaitu Life , Liberty and the persuite of happiness. bahkan filsofi itu banyak di kutip di koran nasional indonesia di awal reformasi.  saya belajar sosialisme lewat internet di tahun 2002 ,mendownload arsip tulisan mao tse tung. email pertama saya di plasa.com.

di tahun 2002, saya mulai mendaftar email di yahoo amerika. karena belum ada yahoo indonesia saat itu. sayang karena sebuah masalah perdebatan di milis  internet. april 2007  antara 2 blok . email yahoo amerika harus saya hapus demi keamanan pribadi . karena nomor kartu hp  im3 milik saya telah di bajak, di duplikat, dengan keleluasaan memakai pulsa dan lain sebagainya . untunglah saat itu no im3 saya daftarkan dengan id palsu. kalo misal  digunakan untuk meneror bom, yang akan di bawa polisi adalah pemilik nomor hp. karena saat itu undang undang terorisme sudah di berlakukan.

akhirnya semenjak pertengahan 2007  saya memiliki  email baru, masih tetap di yahoo . hanya yahoo wilayah  united kingdom and irland. yang menjadi email saya sampai dengan saat ini yaitu edy_pekalongan @yahoo.co.uk

sebelas tahun memakai internet adalah pengalaman berkesan . karena di tahun 1998 saya belajar mengetik proposal kegiatan pramuka masih menggunakan mesin tik manual buatan jepang. kalau perlu data rangkap harus dilapisi kertas karbon. dimasa itu alat printer yang saya tahu adalah printer untuk pegawai kasir saat ini yang bunyinya bising.  di awal tahun 2001 saya kemana mana membawa disket data. saya mengetik dengan program ms. word 97 / 98. masih menggunakan operating system windows 98.

sekarang era smartphone dan blackberry. di awal tahun 2001 kawan kawan yang menggunakan handphone masih sangat terbatas. kecuali seorang cewek yang berangkat kuliah naik sedan , maklum bapaknya direktur bank swasta. saya ingat handphonenya merek ericson,warna hitam. saat tahun 1999  ayah juga sudah punya handphone nokia. tapi saya tidak pernah meminjam, kecuali kakak yang waktu tahun 2000 pergi mendaki ke Gunung Gede di Jawa Barat . dia meminjam handphone ayah.

sekarang pengamen dan tukang parkir memakai handphone. sebuah tehnologi canggih yang dimasa lalu hanya dimiliki oleh kalangan terbatas. generasi adik saya tidak menghargai handphone tanpa kamera karena dia tidak mengalami jaman dimana handphone adalah barang mewah.

generasi muda saat ini terlalu di manjakan dengan tehnologi yang semakin murah. mereka yang belum memiliki tradisi membaca koran, menyimak berita, membaca buku . sudah langsung di suguhi facebook dan internet. banyak orang punya facebook tapi belum tentu satu tahun sekali membaca rampung sebuah buku.

kejutan budaya sudah terjadi. batas antara barat dan timur sudah hancur. saat ini budaya konsumtif dan hura hura lebih mendominasi . dikira kalo sudah memegang blackberry dia masuk kalangan cendikiawan atau bisnisman .  dikira kalo sudah pegang handphone dia sudah seperti para eksekutif di era tahun 1999 . yang ketika pagi hari menunggu kereta eksekutif di stasiun  . dia duduk di ruang tunggu sambil membaca koran dan sepatunya di semir tukang semir, minum kopi dan makan roti lapis. di sampingnya ada 2 sekretaris wanita berkacamata hitam yang membawakan dokumen dan komputer jinjing / laptop.
wow keren sekali bos...

salam,
edy pekalongan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ebook OSHO : TUhan sudah Mati

OSHO dalam 2 minggu ini saya menterjemahkan beberapa lembar ceramah OSHO  di tahun 1989. Ceramah ini sangat kontroversial , hanya 15 halaman yang saya terjemahkan. itupun cukup membuat saya berdebar debar, apakah nanti yang membacanya sudah siap . padahal ceramah ini disampaikan sudah 20 tahun yang lalu. peradaban manusia sudah mundur, ceramah ini akan membuktikan apa yang saya katakan bahwa mayoritas manusia indonesia saat ini memiliki pemahaman agama yang mundur dari leluhurnya. mereka bersikap lebih fanatik dan kehilangan toleransi terhadap orang yang berbeda. dimasa awal kemerdekaan Indonesia. komunis di terima baik di negeri ini . karena paham komunis ikut serta dalam mendirikan negara ini. anehnya saat ini , ajaran komunis di larang . ajaran kepercayaan leluhur di larang . negeri ini sudah rusak oleh perilaku moral pejabatnya yang rendah . semoga dengan terjemahan kecil dari sekelumit ceramah OSHO , yang jika mau di terjemahkan semua , bisa ratusan lembar untuk sat...

Makam Sapuro , Kota Pekalongan

sudah lama saya ingin menulis tentang tanah kelahiran saya. kelurahan Sapuro , di kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan. ada beberapa nama kampung di sapuro, antara lain. - sapuro lor - buragan - sapuro kidul - sawah tengah - brontokan - jagalan - kandang arum sebagian orang mengenal sapuro dengan makam dan tempat ziarah. yang paling terkenal adalah makam Habib Achmad bin abdullah bin Thalib al - athas. seorang wali penyebar agama islam. tahun 1900 -an yang dimakamkan di Sapuro. beliau sejaman dengan Buyut saya. dari garis ibu. bahkan yang menyarankan buyut saya yang sudah sepuh tapi sebagai duda. untuk menikah lagi dengan wanita keturunan arab. sehingga lahirlah nenek saya. dan terbentuklah keluarga baru. buyut saya bernama Raden Tengah Karyo nama kampung "sawah tengah " berasal dari kata sawahnya Raden Tengah. yang punya istri jawa tetapi meninggal. punya istri china lalu bercerai dan terakhir istri arab yang di jodohkan oleh habib achmad al athas. sejarah sapuro menu...

Buku ala Pandji Pragiwaksono

semalam saya selesai membaca sebuah buku kecil yang saya beli dari stand obral buku di gramedia pandanaran - semarang. bukan buku baru tapi kadangkala di buku buku yang di letakkan dalam stand obral saya temukan banyak buku yang lebih mengisnpirasi dari buku buku yang baru terbit , hanya saja kelemahan buku yang di cetak oleh penerbit memiliki batas kadaluwarsa untuk di tampilkan di peredaran. berbeda dengan buku yang di tulis dan di terbitkan sendiri dengan nama penerbit milik kita sendiri , dan di jual dengan sistem print on demand di internet . masa pajang di rak buku online lebih panjang . apalagi jika di jual versi ebooknya ini akan lebih mudah di beli dan diakses oleh semua orang di dunia sepanjang tahun. Judul Buku : how i sold 1000 CDs in 30 Days karya : Pandji Pragiwaksono penerbit : Gramedia tahun 2009 isi buku : buku ini di tulis dengan gaya santai , seperti obrolan ringan . bercerita tentang pola pikir dan pola tindakan yang di anut oleh penulisnya . yang berprofesi sebaga...