Rabu, 05 Desember 2012

mendukung kebun binatang Surabaya

hari minggu yang lalu saya dengan sodara sodara di surabaya sengaja datang ke kebun bintanang. tujuannya bukan sekedar untuk bertamasya tapi tujuan utama adalah memberi dukungan untuk kelangsungan fauna / satwa di sana.

yang kami lakukan adalah melihat burung merak . saya katakan kepada sodara saya : anggap saja itu burung merak kita , hanya di titipkan disini. jangan ingin memelihara binatang langka di rumah.  kami memilih duduk di tepi sebuah sungai buatan di bawah pohon rindang untuk ngobrol santai dan di teruskan dengan meditasi cinta kasih menyalurkan energi kasih sayang dari jantung kami ke seluruh jantung satva di kebun binatang surabaya. kami ingin mengirim energi penyembuhan . kami katakan " i am sorry , please forgive me. i love u and i thank u " . sekaligus kami sengaja berdoa agar kebun binatang surabaya utamanya satwanya tumbuh sehat dan di ajauhkan dari segala niat jahat. yang utama adalah agar semua kejahatan yg melingkupi kebun binatang surabaya yang berasal dari dalam atau dari luar pengelolanya menjadi sirna dengan sendirinya dan solusi terbaik semoga di dapat untuk semuanya. kami berforo di depan kebun binatang yang memiliki simbol kota surabaya. ini adalah poros kekuatan di kota surabaya.  kalo jakarta punya monas, kalo  jogja punya tugu kecil di  di jalan mangkubumi. maka surabaya punya patung di bawah ini.  kalo di ibaratkan sebuah jantung kota yang berdenyut. disinilah pusat denyut jantung surabaya yang mengalirkan energi ke seluruh kota. kebun binatang surabaya selain sebagai tempat konservasi binatang sekaligus  menjadi area hijau di kota ini. hal ini bisa dimaksimalkan dengan menanam berbagai tumbuhan langka di indonesia disini. jika itu dilakukan maka tempat  ini bisa menjadi pesaing kebun raya bogor di sisi timur pulau jawa. apalagi jika di dalamnya di sediakan satu area khusus yang bisa dipakai sebagai tempat berlatih senam yoga dan meditasi untuk pengunjung . akan menjadi bersinar tempat ini jika  patung djoko dolog di pindahkan ke dalam area kebun binatang , sekaligus di buat replika patung maha raja airlangga di satu titik di dalamnya.  maka tempat wisata ini akan menjadi lebih terkenal sebagai tempat yang memiliki unsur produk wisata , pendidikan dan spiritual.

saya dan sodara2 seperguruan
untuk meningkatkan pendapatan di area wisata kebun binatang ini, bisa di buat rumah panggung esklusif yang menjadi villa untuk kalangan terbatas atau di buat rumah panggung untuk tempat seminar atau pelatihan. sehingga siapapun yang menginap disini , jika suntuk bisa berjalan2 di hutan kecil dan melihat binatang peliharaan dari harimau atau gajah.

akan menjadi terlalu sembrono , jika tempat ini digusur. yang diperlukan hanyalah kebijakan penataan yang mencakup unsur bisnis, pendidikan dan spiritual. dimana ada villa yang punya bintang peliharaan harimau ? belum ada. apa ada hotel yang punya tempat peliharaan gajah ? belum ada. apa ada tempat meditasi yang punya binatang merak , elang jawa dll. belum ada.

kebun binatang surabaya sangat berpotensi memiliki semua itu. dan ini akan menjadi sesuatu yang luar bias jika dikelola dengan baik. 

acara pertemuan kami di tutup dengan makan dan ngobrol. tidak semua akan saya tulis disini . tapi intinya kami belajar untuk menjadi generasi muda yang memiliki cakrawala berpikir yang lebih holistik dan jangka panjang. bukan sekedar untuk kesenangan diri kami , tapi yang lebih utama menyenangkan orang lain. karena rumus utama hidup di dunia ini hanya satu , menyenangkan diri sendiri , orang lain dan semua mahluk . ini diringkas dalam sebuah doa yang berbunyi :

" semoga semua mahluk berbahagia "

kalo sudah begitu , maka tidak perlu saling membenci . kamu adalah saya . kalian adalah saya. bentuk nama dan rupa bisa berbeda. berbangsa bangsa dan bersuku suku. kita bersodara. bahkan dengan pohon dan hewan serta mahluk tidak tampak mata , kita harus bisa menyebarkan cinta kasih. dengan begitu maka kemanapaun kita melangkah , akan selalu selamat dan dijaga oleh alam dan semua mahluk akan menyayangi kita.

ini foto obrolan kami di warung KOPi OEY cabang surabaya. di jalan embong malang. konsep seperti warung kopi di jaman kota  batavia atau masa pemerintahan hindia belanda. kaum intektual , pebisnis , penyair dan seniman suka ngobrol di tempat beginian.  melambangkan konsep nusantara , tiongkok dan nederland. terima kasih untuk ahmad, venti dan febrianto.  cukup dulu, mau siap siap paking untuk ke jakarta nanti malam.















salam,
edy pekalongan