Rabu, 16 September 2015

# memurnikan pikiran




amit amit ngaliman salam
mohon ijin berbagi
# menjernihkan pikiran
*
*
walopun sudah meditasi. kalo pikiran saya suntuk, saya kadang membeli satu pot tanaman bunga krisan dan meletakkan di atas meja dekat jendela tempat saya favorit saya membaca, menulis juga merokok. entahlah tidak tahu bagaimana logikanya. bagi saya bunga segar bisa membantu memurnikan pikiran.
*
*
maka di setiap tradisi spiritual apapun. selalu ada kegiatan memurnikan pikiran. kalo saya pribadi dimulai dari membersihkan tubuh. saya memulai mandi, membersihkan raga. lalu menyalakan dupa wangi ( kalo ada ) mendengarkan musik tertentu untuk menyetel getaran perasaan. lalu mulai bersenandung mantra , ditutup dengan minum air bening. itu cocok untuk saya.
*
*
menyebarkan kebencian, dendam , niat-2 jahat saat ini paling efektif lewat pertukaran ide pemikiran. yang diserang adalah pikiran pembaca. seperti penyakit menular. sumbernya adalah bibit pikiran dari manusia yang menyimpan kebencian, dendam. maka saya rajin memurnirkan pikiran. dan berlatih memancarkan pikiran baik setiap hari.
*
*
semakin rajin memurnikan pikiran, saya jadi waspada pada produk-2 pemikiran yang disebar media sosial, di youtube. pemikiran penuh kebencian, dendam. itu membuat panas. maka saya hati-2. karena saat ini jaman perang pemikiran dan perasaan, istilahnya perang urat syaraf. yang diserang syaraf-2 otak manusia. agar tegangan dan frekwensinya terkendali. tujuannya tentu saja perbudakan.
*
*
humor dan tertawa itu mengendurkan syaraf. maka di aliran pemikiran/ ideologi yang tujuannya untuk doktrin terorist dan penciptaan manusia robot politik , humor dilarang. bahkan tertawa terbahak bahak adalah terlarang. maka sebuah kajian ilmu spiritual apapun dimana pembicaranya mudah membuat hadirin tertawa segar bahkan konyol. itu mustahil mengajak keburukan. karena saat tertawa lepas, niat jahat tidak bisa hadir.
*
*
semua bayi yang lahir sehat. pikirannya murni. makanya pancaran wajah bayi meneduhkan. menggembirakan. maka latihan memurnikan pikiran ini. bagi saya adalah latihan menjadi natural atau alamiah.
*
*
ijinkan saya mengutip doa tadi pagi yang saya baca. OM sat chit ananda. parambrahma. purushotama. paramatama. sri baghavate sametha. sri baghavate namaha. semoga udara , ruangan dan angkasa di daerahku yang dipenuhi kebencian dan permusuhan antar manusia. menjadi murni kembali. Hari OM Tat Sat.
*
*
semoga kita semua slamet, sehat, bahagia dan bisa tertawa hari ini walopun hanya makan nasi kangkung , tempe rebus dan sambal. terima kasih.
*
*
salam,
Wuddha Paing


Jumat, 11 September 2015

mengenal diri sendiri

#



amit amit ngaliman salam
mohon ijin berbagi
# mengenali diri sendiri
*
*
sebelumnya saya mohon maap. tulisan ini tidak penting. kalo anda sibuk, jangan dibaca. hanya membuang waktu saja. bukan niatan pamer. hanya catatan pribadi menelusuri diri saya sendiri. bagi saya ini perjalanan spiritual.
*
*
dulu saya percaya begitu saja kalo saya ini orang jawa. tanpa meneliti dan menyelidiki siapa kakek nenek saya. setelah hampir sepuluh tahun menyelidiki dengan santai dan tidak tergesa gesa. dicatatan keluarga. ternyata ada banyak kawin campur antar ras. saya jadi tidak lagi fanatik ke suku-an.
*
*
kakeknya ibu. seorang lelaki jawa. menikahi 3 orang perempuan. istri pertama jawa. punya anak. setelah istrinya wafat. dia menikah lagi dengan istri perempuan cina dan punya anak. tapi bercerai. keturunannya pindha ke palembang. lalu menikah lagi dengan perempuan keturunan arab. dan punya anak. dan meneruskan silsilahnya. semua anaknya , namanya rangkap. ada nama jawa dan nama arab. itu di jaman netherland india.
*
*
informasi terbaru. saya diberi tahu kalo ada istri kakeknya ibu saya yang mati karena melahirkan beserta bayinya. namanya mbah noni. disebut noni . karena dia darah campuran bapaknya belanda, ibunya cina. dan saya amati dikuburannya kakeknya ibu saya. batu nisannya tidak pake nama gelar. hanya nama panggilan yaitu iskak.
*
*
ke atas lagi di jaman perang diponegoro , saya temukan leluhur saya blasteran jawa dan palembang. ke atasnya lagi ada blasteran jawa dan cina. ada pula campa. akhirnya saya tertawa dan malu. ternyata orang jawa jaman dulu, tidak fanatik kesukuan.
*
*
maka saya sebagai orang yang dibesarkan dengan budaya jawa - pesisiran. yang dikampung saya jembatan disebut dengan nama " brug ". saya pikir itu bahasa jawa lokal. kok di daerah jawa lain tidak ada. ternyata setelah saya selidiki. itu pengaruh bahasa belanda. didaerah dekat bugisan ( bekas kampung bugis, jaman dulu ) . waktu kecil, saya biasa melihat perahu-2 nelayan bersandar dekat pasar.
*
*
motif batik jawa di kampung saya terpengaruh unsur jawa, cina, arab dan eropa. warna warni. itulah proses sinkritisme di dunia batik. semakin saya pelajari diri sendiri, kampung sendiri. keluarga sendiri. ternyata sudah membuka diri dengan budaya luar. bahkan sebelum republik indonesia ada.
*
*
orang jawa di pulo jawa sudah pernah diperintah pake model negara koloni kerajaan eropa, sudah pernah pake model negara kesultanan islam, sudah pernah pake model negara kerajaan shiwa budha mojopait. sekarang model negara republik indonesia.
*
*
saya tidak fanatik ras dan agama. setelah tahu riwayat keluarga. saya suka senyum sendiri kalo lihat sodara jauh di keluarga besar saya yang jelas mukanya arab, rambutnya kriting. hidung mancung. tapi ngakunya tetap dia jawa. dia tidak bisa bahasa arab. dan tidak latah seperti selebriti lelaki pemain sinteron yang tiba tiba berjanggut seperti warga thaliban.
*
*
gak apa apa.setiap orang punya pilihan jalan masing-2 dan menuai buah karma masing-2. semoga kita semua selamat dan bahagia. hidup di nikmati saja. senang dan menderita sudah resiko jadi manusia. terima kasih.
*
*
salam,
Wuddha Paing



Selasa, 08 September 2015

bersandar pada pengalaman langsung

#



amit amit ngaliman salam
mohon ijin berbagi
# bersandar pada praktek bukan teori.
*
*
saya pernah ditanya , bagaimana cara melatih kesabaran ? . saya jawab bahwa percuma memberikan teori tentang kesabaran, lebih baik praktik langsung. saya melatihnya dulu di tahun 2009 -2010 dengan merawat tetangga saya yang sakit asma menahun. seorang perempuan miskin yang anaknya masih kecil. suaminya buruh serabutan. seminggu sekali. selama satu tahun alias 12 bulan. tidak dibayar.
*
*
praktik olah batin seperti itu , lebih saya sukai. mungkin orang lain punya cara sendiri. semalam, saya mau mencuci gelas-2 kotor di dapur sodara saya. setelah acara pengajian yasinan tahilan selesai. walopun saya tidak ikut mengaji.
*
*
saya tidak anti kesenangan hidup. bagi saya hidup itu ya enak dan tidak enak. satu paket. kalo pas jatah liburan punya uang, saya mau menginap di hotel , makan di restoran yang mahal. minum bir sore hari sambil ngobrol menghisap cerutu lihat matahari terbenam. atau sekedar nonton permainan piano jazz di warung saat malam hari. dan itu bukan uang hasil korupsi.
*
*
apapun praktek spiritual seseorang, dia akan menikmati hasilnya. ahli teori spiritual, dia selalu bicara teori. mempermasalahkan teori. berhenti pada diskusi. kalo praktisi selalu bicara praktek yang dia jalani. maka tolak ukurnya adalah kenyataan dan pengalaman langsung. karena setelah diskusi selesai. setiap orang kembali ke praktik kesehariannya masing-2.
*
*
maka saya mau mendengar pendapat orang lain tentang cara menyelesaikan masalah. tapi saya lebih percaya praktek yang saya jalani bertahun tahun dan terbukti menolong saya di saat kesulitan. pendapat orang lain , metode lain, akan saya coba dulu ekperimen 3 bulan. baru saya simpulkan. kalo cocok saya pakai. kalo tidak , saya buang.
*
*
saya terus berproses dan berlatih. saya mau mencoba model potongan rambut baru kalo itu terbukti membuat penampilan saya lebih baik. saya mau pake baju ukuran slim fit. tapi saya juga mau pake sarung batik. itu urusan penampilan tubuh. begitupula urusan penampilan batin. saya mau terus memperbaiki diri. sehingga tetap sehat di dalam dan di luar.
*
*
manusia disibukkan dengan urusan cari duit sehari hari. repot dan banyak masalah. maka pilihlah latihan spiritual untuk merawat batin sesuai kebutuhan, situasi dan kondisi yang cocok. perlahan lahan, setiap orang harus bersandar pada pengalaman sendiri dan praktik sendiri. bukan sekedar percaya katanya orang lain.
*
*
saya ingin dunia ini jadi lebih baik. maka saya menuntut perubahan pada diri saya sendiri. saya tidak bisa merubah dunia luar. saya sapu halaman rumah sendiri. menyirami dengan air dipagi hari dan sore hari selama musim kemarau ini. kalo sempat. agar tidak terlalu berdebu. dan membuat suasana jadi teduh bagi yang melihat. itulah latian spiritual saya.
*
*
kalo sedang menderita, mari di jalani saja. hidup ini ya enak dan tidak enak. kalo kena PHK ya tidak usah bunuh diri. biasa saja. jagalah kesehatan. sedang musim penyakit akibat kemarau dan pengaruh pertarungan rentenir dunia kubu blok timur dan barat. semoga kita semua slamet dan bahagia. OM shanti. terima kasih.
*
*
salam,
Wuddha Paing