Kamis, 24 Maret 2016

Mulat Sarira




amit amit ngaliman salam
mohon ijin berbagi
# berlatih Mulat Sarira
*
*
2 hari yang lalu, sudah yang ke-2 kalinya saya membersihkan pintu depan rumah yang kedatangan tai kucing yang mencret. daripada marah , lebih baik saya bersihkan dan setelah itu disiram dengan air. kalo masih bau saya beri sedikit bubuk kopi. hasilnya bersih kembali.
*
*
masalah yang datang, mau disikapi dengan perasaan positif ataupun perasaan negatif. tidak terlalu penting bagi saya. karena itu tidak meringankan, itu dari pengalaman saya. hanya dengan bertindak / maka masalah bisa selesai. seperti urusan tai kucing tadi. yang tadi pagi. sudah tidak ada. entah kucingnya sudah bertobat atau bagaimana, saya tidak paham.
*
*
kalo saya mengalami di kunjungi perasaan tidak enak yang sangat. atau dikunjungi berbagai pikiran negatif bahkan keinginan jahat . karena suatu sebab kejadian sehari hari yang biasa ataupun kejadian luar biasa. maka saya segera melakukan mulat sarira yaitu mencari sumber masalah di dalam diri sendiri, meneliti kenapa itu muncul. setelah itu saya membenahi pikiran dan perasaan agar kembali seimbang.
*
*
Mulat Sarira itu evaluasi diri. biasanya saya lakukan kalo terjadi masalah saja. tapi sekarang lebih sering, bahkan pada hal hal kecil. hasil dari mulat sarira adalah Tepa Salira atau sikap tenggang rasa. jika mata sudah mengantuk , maka aktivitas saya hentikan. tidak saya paksakan. itu cara saya Tepa Salira kepada Tubuh saya. kalo makanan dan minuman tertentu setelah saya konsumsi reaksinya di tubuh tidak nyaman seperti bikin alergi ataupun mencret, maka saya tepa salira. menghindarinya. 
*
*
saya kalo sedang enak, tidak mau di ganggu. maka ketika saya sedang ngopi pagi di teras kamar home stay . dan di sebelah tanpa menutup jendela melakukan ritual senggama, pake suara keras lagi. saya maklum, dan memilih berjalan pagi saya. sepertinya itu sodara kita pelancong dari italia. itu Tepa Salira. begitu pula saat ada yang berduaan di kolam renang , bergaya lumba lumba kawin. saya lewat pun tidak melirik. itu Tepa Salira. 
*
*
Tepa Salira atau Tenggang Rasa atau toleransi adalah sikap yang lahir dari akibat orang yang paham dan mengerti dari pengalaman, tujuannya menghindari konflik dan hal hal yang tidak perlu. maka saya tertawa, kalo ada orang kampanye tentang " toleransi " tapi ia tidak mengajarkan Mulat Sarira atau ketrampilan meneliti & mengevaluasi diri sendiri.karena sia sia saja. orang tidak tenggang rasa , itu bukti ia tidak kenal praktek introspeksi diri
*
*
saya sering kalo di angkutan umum semacam busway di jogja atau di semarang saat liburan, memilih berdiri jika ada ibu-2 menggendong anak tidak dapat tempat duduk. saya selalu berusaha berhenti menepi jika naik motor. jika ada iringan yang macet orang berjalan membawa keranda jenasah walopun aslinya bisa menyalip disela sela. itu Tepa Salira.
*
*
maka kalo Tepa Salira atau tenggang rasa sudah hilang, artinya ilmu Mulat sarira juga sudah tidak di praktekan. dan lumrah jika banyak konflik antar manusia dimana mana. hilanglah rasa ayem dan tentrem di kehidupan sehari hari. 
*
*
di rumah, saya menyiapkan potongan mie instan kering di piring , di sudut dapur. karena ada satu tikus kecil nakal di rumah ini. itu untuk makanan tikus. kalo sudah habis. saya isi lagi. maka hasilnya buku-2 saya aman. sepatu kulit saya aman. bahkan sajen seperti buah , tidak pernah dimakan tikus . ini sedikit lucu tapi nyata.
*
*
begitulah sedikit praktek Mulat Sarira yang saya jalani , yang membantu saya lebih mudah berpraktek Tepa salira . di Jawa ini , lewat pohon beringin pinggir jalan sebagai rumahnya wong alus ataupun rumah kuntilanak saja, jaman dulu saya diajari untuk permisi. itu kepada bukan manusia. tujuannya agar menciptakan selaras atau harmonis di bumi. rukun kepada sesama hidup. 
*
*
semoga kita semua slamet dan bahagia. cukup makan dan bersenang senang. tetap jaga kesehatan. juga jaga jarak aman. terima kasih. 
*
*
salam,
Wuddha Paing




Minggu, 13 Maret 2016

# Empan Papan





amit amit ngaliman salam
mohon ijin berbagi
# Empan Papan
*
*
juri musik dangdut kok mengomentari lomba musik jazz , itu tidak pas. jangan keliru , menimbang beras dengan termometer ( alat ukur panas ) , itu tidak pas. begitupula misalkan saat seseorang yang menempuh jalan spiritual dengan olah perasaan , diukur dan dinilai dengan jalan logika. itu tidak pas. karena punya tehnik dan praktek yang berbeda.
*
*
maka kecerdasan manusia dalam memakai alat ukur yang tepat. itu sebuah ketrampilan membedakan dan menempatkan. harus dilatih terus menerus . di jawa disebut prinsip Empan Papan. jangan keliru menggunakan alat ukur. nanti hasilnya ngawur dan bingung sendiri.
*
*
manusia yang cerdas , pandai membedakan alias pandai melakukan diskriminasi. orang sakit flue , tidak bisa diperlakukan sama dengan orang sakit jantung, tidak bisa diperlakukan sama dengan orang sakit kencing nanah. perawatan dan obatnya berbeda. padahal sama-2 orang sakit.
*
*
olah raga yang diolah itu ragamu sendiri, bukan raga orang lain. olah batin itu yang diolah batinmu sendiri bukan batin orang lain. belajar itu yang diajar dirimu sendiri. kalo orang lain tidak meminta kamu menjadi mentor dia, maka tidak wajib menyuruhnya berlatih begini dan begitu. cukup menyarankan, itupun tidak memaksa.
*
*
bagi saya. manusia lain mau berubah atau tidak. itu tanggung jawabnya sendiri. toh yang merasakan enak dan tidak enak. gembira dan sedih , itu dirinya sendiri. jika melanggar hukum negara atau hukum masyarakat , toh dia sendiri yang repot.
*
*
jika di komunitas orang dewasa, bersikaplah dewasa. mengatakan naruto, harry potter, spiderman / batman / superman adalah super hero yang harus dicontoh. itu seperti adegan lawak. semua orang dewasa tahu itu kalo tokoh cerita komik, kartun , film fiksi . itu buatan rekayasa orang dewasa utk pendidikan anak-2 dan hiburan saja.
*
*
menggunakan alat ukur yang tepat. itu membantu saya menjalani hidup lebih nyaman. walopun hidup itu penuh kerepotan , penuh kesusahan dan tidak enak tapi kadang ada enaknya . suka dan duka itu satu paket hidup. saya terima semuanya. jagalah kesehatan. semoga kita semua slamet dan bahagia. cukup makan dan cukup bersenang senang. terima kasih
*
*
salam,
Wuddha Paing