Sabtu, 11 Juni 2016

Alat bantu , tatacara dan Tujuan







amit amit ngaliman salam
mohon ijin berbagi
#  mengamati alat bantu, tatacara dan tujuan
*
*
bagi saya, bekerja itu alat bantu untuk mencapai tujuan sementara  yaitu mencari uang. tatacara bekerja  antara penjual batik, penjual janji politik dan rentenir , tentu saja berbeda .  uang itu bagi saya adalah alat bantu untuk membuat hidup lebih enak dan nyaman , misalnya agar cukup makan , minum dan bergembira. tapi tujuan akhir saya adalah bahagia.
*
*
 kalo saya menyapu di jalan depan rumah , untuk membersihkan daun-2 dan sampah agar rapi. tapi kalo pejabat memasuki musim kampanye, menyapu jalan , tujuannya untuk pencitraan, karena ia sudah panggil wartawan , di foto dan masuk media massa. jadi sama-2 menyapu , alat bantunya sama tapi tujuannya berbeda.
*
*
saya sembahyang dengan tujuan agar pikiran saya tenang dan fokus . dan itu tercapai dengan tatacara sembahyang yang saya praktekan. saya membeli cat kayu  dan kuas , untuk tujuan mengecat pagar bambu . kalo saya sibuk berdebat merek cat terbaik, kuas terbaik, metode mengecat bambu yang benar. kapan saya berpraktek. yang utama, hasilnya pagar bambu saya sudah dilapisi cat sesuai selera saya. bukan selera tetangga saya.
*
*
mampu membedakan alat bantu dan tujuan , adalah sebuah ketrampilan yang perlu dilatih. kalo saya melihat orang beli mobil bagus hanya di pajang saja di garasi. maka mobil itu yang di buat sebagai alat transportasi sudah bergeser fungsinya menjadi alat meningkatkan status sosial dan alat pamer. agar yang punya di puji.
*
*
kalo hanya ingin di puji orang.  anda tidak perlu bersusah payah harus jadi kepala daerah , harus  jadi ketua mafia ataupun jadi pemimpin terorist dan  melakukan tindakan extraordinary, dengan maksud hanya sekedar ingin mengemis pujian.  kenapa anda tidak menggaji orang di bayar 1 juta sebulan , yang tugasnya setiap hari memuji anda, pake daftar pujian. bekerja 1 jam sehari memuji. selama sebulan. itu lebih efisien.
*
*
dulu orang berjuang dengan tujuan mendirikan negara. sekarang  negara indonesia ini hanyalah alat bantu mencapai tujuan yaitu mencapai masyarakat adil makmur. rakyatnya bahagia. berdaulat di tanahnya sendiri. tatacaranya lewat pemerintahan pusat sampe daerah dan berbagai kegiatannya. apakah tujuan itu tercapai ? atau tujuannya sudah berubah ? silahkan diamati dan dipikir sendiri.
*
*
saat ingin merubah nasib negara, para aktivis politik itu demo dan berjuang . mengajak para  pelajar , para guru bahkan para mistik diminta  ikut serta membantu . tapi setelah para aktivis itu menjabat jadi penguasa. mereka sering melarang para pelajar , para guru mengkritik kebijakan politisi. bahkan melarang para mistik , mengomentari naiknya harga-2 barang  di pasar. disuruh tetap meditasi dan diam saja. ini lucu sekali.
*
*
kalo anda mau mencari pengetahuan tentang kebenaran hidup, itu menjadi  tujuan anda. maka cari alat bantu dan tatacaranya dengan baik. bisa berguru . bisa mengembara. bisa kursus. tapi  kalo alat bantu anda adalah berdebat di facebook dan tatacaranya adalah memaksakan pendapat & kritik anda . maka saran saya. pertama , carilah patner yang bersedia jadi teman debat sukarela dan rela tidak di gaji oleh anda. jangan lupa bilang terima kasih. dan jangan banyak mengeluh,  karena tidak semua orang punya waktu membuat komentar bermutu.
*
*
semoga kita semua slamet dan bahagia. karena orang bahagia jauh dari niat jahat. dari niat mempengaruhi keinginan, lalu mempengaruhi pola pikir, cita cita  dan strategi hidup. lalu mempengaruhi tindakan sehari hari.
*
*
OM namah shiwaya. semoga unsur-2  pikiran negatif dan beracun di dalam diri saya bertransformasi menjadi murni kembali. terima kasih.
*
*
salam,
Wuddha Paing

Senin, 06 Juni 2016

berlatih menerima






amit amit ngaliman salam
mohon ijin berbagi
# berlatih menerima dan menyesuaikan diri
*
*
saat musim pohon mangga berbunga , maka suhu udara saat dini hari di rumah menjadi lebih dingin. saya menerima itu dan mengambil tindakan  menyesuaikan diri dengan memakai jaket saat tidur. begitupula saat musim hujan tiba, saya menyesuaikan diri. menolak kenyataan hanya akan menyiksa diri. terutama menimbulkan perasaan tidak enak.
*
*
bulan ramadhan tiba, musim dimana kegembiraan anak anak keliling membangunkan sahur dan suara orang mengaji dari mesjid . saya menerima itu dan menyesuaikan diri. percuma menolak musim yang tiba. itu akan menyiksa perasaan dan menimbulkan stres dan kurang baik bagi kesehatan.
*
*
percuma saya menolak musim yang datang dalam kehidupan saya. entah itu musim petasan, musim layang layang, musim iklan politik , musim harga-2 barang naik.  itu hanya menambah beban yang tidak perlu. karena manusia harus memakai kecerdasannya untuk mengatasi musim yang datang, agar tetap bertahan hidup. tetap menikmati hidup dan mengusahakan agar mencapai bahagia.
*
*
saat perasaan saya dikunjungi rasa tidak enak. saya amati. itu karena apa sebabnya. kalo muncul sedih, saya cari sebabnya. kalo perlu sedih, maka saya sedih secukupnya saja. begitupula kalo saat marah, saya marah seperlunya saja. setelah itu saya lupakan. saat gembira pun, saya menikmatinya seperlunya saja. karena sifat perasaan itu berubah ubah. maka saya belajar mengelola dan mengendalikan perasaan saya sendiri.
*
*
karena sifat media massa baik cetak maupun elektronik terutama dalam memproduksi berita cenderung ingin mempengaruhi perasaan pembacanya. baik itu pengaruh positif maupun pengaruh negatif. maka penting bagi saya belajar tidak menuruti sensasi perasaan saat membaca berita. apalagi iklan untuk belanja. itu sangat hebat mempengaruhi perasaan manusia yang menyimaknya.
*
*
kalo saya tidak belajar mengelola keadaan perasaan saya sendiri. maka akan terus diombang ambingkan oleh situasi dan keadaan di luar diri saya. perasaan itu isinya enak , tidak enak dan netral. perasaan kadang juga perlu di ekpresikan. kalo di tekan terus menerus, maka bisa mencari jalan keluar sendiri. yang diluar kendali.
*
*
perasaan yang terluka , harus disembuhkan terlebih dahulu. perasaan yang sakit , harus disembuhkan terlebih dahulu. perasaan yang tertekan harus dibebaskan terlebih dahulu. baru bisa dilatih, diperkuat dan dikendalikan. mirip seperti Tubuh manusia. tubuh yang sakit tidak nyaman dipakai untuk menjalani kegiatan sehari hari. begitupula perasaan yang sakit.
*
*
kebencian , kemarahan, dendam yang di sebarkan lewat tulisan dan berita,  itu bisa menular seperti penyakit bagi perasaan manusia. apalagi di dalam diri sudah ada tumpukan kebencian, kemarahan dan dendam. maka lebih mudah terbakar. setiap manusia yang dibekali kecerdasan,  harus mulai belajar mengenali hal tersebut dan membuat sistem perlindungan dan sistem pencegahan & pengobatan dari hal hal yang meracuni perasaan manusia.
*
*
di ajaran budha ada pengetahuan untuk mengatasi penderitaan dan kekotoran batin. di ajaran hindu ada pengetahuan sastra & musik untuk memurnikan perasaan manusia.  di ajaran sufi - islam, ada ajaran mensucikan kalbu. di ajaran lainnya pun punya metode sendiri. maka carilah Guru dan metode yang cocok bagi diri sodara untuk melatih perasaan.
*
*
diiringi musik qawalli dari  punjabi yang mengalun  di kamar saya. saya menutup tulisan ini. semoga kita semua slamet dan bahagia. karena orang bahagia jauh dari niat jahat. jangan lupa tetap berjuang dan jangan lupa menikmati hidup.  terima kasih.
*
*
salam,
Wuddha Paing