Selasa, 26 Februari 2013

Fokus satu tujuan

Kembali ke tujuan awal hidup di bumi  bagi setiap manusia adalah untuk belajar , untuk melunasi hutang , untuk menyelesaikan yang tertunda. Dan untuk berbagi kebahagiaan.

Periode awal belajar lebih mendominasi jalan spiritual yang aku tempuh . Kemudian melunasi hutang perbuatan buruk masa lalu . Yang agak berat adalah menyelesaikan urusan utama yang tertunda karena kesibukan mencari makan yg menghalangi. Beberapa urusanku yang tertunda sudah kuselesaikan.

Hampir selesai. Persoalan berikutnya adalah berbagi kebahagiaan. Untuk ini perlu kesediaan untuk mengorbankan kesenangan diri dan membaginya untuk orang lain.

Agak ringan langkahku sekarang. Sudah saatnya aku menutup akun twitterku. Fokus pada satu yaitu blog. Bahkan facebook sendiri telah menyita banyak waktu. Namun itu demi tujuan menyapa dan menyelesaikan urusan yg tertunda.

Facebook . Cukup bagus untuk menyalurkan hobiku berbagi info kepada orang lain secara personal. Bukan banyaknya tapi kualitas perhatiannya.

Ada inspirasi untuk mengolah lahan berbagi baru melalui youtube. Khususnya lewat suara. Sehingga orang yg males membaca akan mendengar uraian lewat suara. Namun bukan lewat visualisasi diri krn orang sudah bosan melihat .

Sehingga mirip ngobrol di telepon atau radio. Getaran suara akan menjadi sarana baruku berbagi.

Semoga ini dimasa depan ada manfaatnya.

Salam,
Edy pekalongan

Kamis, 14 Februari 2013

Kurikulum sekolah 2013

Mentri pendidikan nasional . Punya tanggung jawab menyiapkan kurikulum sekolah 2013. Wacana yg berkembang adalah tentang pendidikan budi pekerti.

Apakah mahasiswa di jurusan ilmu keguruan sudah dijamin lulus dengan budi pekerti yg baik.

Apakah calon pns guru yg lolos seleksi sdh berbudi pekerti yg baik ?

Apakah jajaran pegawai dinas pendidikan, guru  dan kepala sekolah sudah berbudi pekerti yg baik ?

Lalu barulah kita bisa mengajar murit budi pekerti.

Ki ajar dewantara punya sahabat diskusi yaitu ki ageng suryo mentaram dan raden mas panji sosrokartono. Mereka bertiga berasal dari kaum bangsawan tapi mau berkorban demi masyarakat. Salah1 hasil diskusi di rumuskan menjadi sebuah filsafat dasar manajemen dengan sistem horisontal yaitu ing ngarso / di depan lalu ing madya / di tengah dan tut wuri atau di belakang. Murip formasi perjalanan para pengungsi / pasukan dengan berjalan.kaki dari satu kota menuju kota lain. Mirip formasi iring iringan rombongan pejalan kaki yg hijrah dari era penjajahan menuju kemerdekaan.

Saat ini pondasi dasar departemen pendidikan nasional yaitu berdasar manajemen horisontal yg dirumuskan ki ajar dewantara:

Ing ngarso sung tuladha
Ing madya mangun karso
Tut wuri handayani

Tidak berjalan karena tdk dipahami. Praktik manajemen modern adalah model vertikal yaitu atas , tengah dan bawah . Menciptakan atasan & bawahan atau kuli dan majikan.

Mentri sebagai atasan , dinas pendidikan sebagai tingkat menengah dan sekolah sebagai bawahan . Dimana di dalam sekolah berlaku pula atasan dan bawahan . Dan yg menjadi budak adalah siswa.

Pondasi manajemen horisontal ala ki ajar dewantara lbh modern . Yg ada adalah tim kerja bukan majikan dan bawahan. Sayangn. Ini tidak dipahami oleh mentri dan bawahannya bahkan kepala sekolah.

Sekolah adalah perusahaan dagang. Penjual ijasah / gelar. Ini praktik saat ini yg tidak mendidik.

Praktik perdagangan lks / lembar kerja siswa. Contoh nyata dinas pendidikan malas menyusun belajar umum panduan siswa. Ini bisa di buat digital dan gratis. Latihan soal biar guru yg membuatnya.

Pondasi nya sudah bukan budi pekerti tapi mencari laba. Sekolah hanya menjadi pabrik / PT.

Ujian nasional itu cuma perlu menguji 3 hal.

1. Teori dan praktik mengurangi sifat keserakahan siswa. Krn itu akar korupsi dan konflik rebutan jabatan.

2. Teori dan praktik mengurangi rasa kebencian dan dendam siswa. Krn itu akar permusuhan dan konflik yg memicu perilaku kejam dan niat jahat.

3. Teori dan praktik mengurangi kebodohan siswa. Ini bisa di lihat dr level pemahaman materi ilmu yg di ajarkan utk melatih iQ, eQ , SQ dll.

Cukup 3 ujian ini.

Budi pekerti gagal diajarkan di sekolah. Maka keluarga dan komunitas yg lbh berperan. Termasuk para blogger punya tanggung jawab ttg hal ini . Tulisan di internet bisa di baca lintas wilayah. Ini bisa menjadi sarana transfer pengalaman. Masuk dalam kategori pendidikan non formal.

Tut wuri handayani. Nampaknya saya perlu berceramah dan di rekam lalu di publish di youtube . Mungkin ini bisa jadi sarana sharing wawasan dengan lebih cepat.

Salam,
Edy pekalongan

Rabu, 06 Februari 2013

Generasi dupa

Apa itu generasi dupa? Yaitu generasi yang terbakar mengorbankankan dirinya untuk persembahan wangi kpd mahluk lain. Ritual menyalakan dupa lidi bagi saya adl simbol agar selalu ingat bahwa hidup harus memberikan keharuman sebelum usia kehidupan habis. Hio / dupa di masa lalu juga menjadi ukuran waktu meditasi.

Menyalakan pelita / lilin sebagai tanda menyalakan semangat menerangi sering menyertai ritual meditasi. Jalan hidup orang yang bermeditasi adalah memberi persembahan kebaikan dlm hidup dalam bentuk nyata bisa dirasakan panca indra.

Generasi dupa secara praktik hidup adalah memberi persembahan nyata tanpa pamrih itulah pengorbanan. Dupa habis terbakar , asapnya membumbung ke angkasa, wanginya bersatu dengan ruang.

Hari ini saya mempersembahkan soft copy buku yg sudah saya tulis. 2 buku saya unggah di situs scribd.com . Dan siapapun yang menemukannya artinya dia berjodoh membacanya.

Mirip meletakkan buku di tempat umum agar sengaja di temukan siapa saja yang berjodoh. Hanya ini di letakkan di tempat umum di jejaring situs internet dan siapa yg browsing bisa membaca ataupun mengunduhnya secara gratis. Ini persembahan saya hari ini. Ada manfaatnya atau tidak bagi diri saya , itu tidak terlalu saya pikirkan.

Salam,
Edy pekalongan