Senin, 29 Oktober 2012

Radiasi pikiran dengan Meditasi




Apakah Orang Bisa Mengubah Dunia Untuk Waktu Yang Lama Melalui Pikiran Positif?

Pada tahun 1972, di bawah pimpinan dari Maharishi Mahesa Yogi, di lebih dari 24 kota di Amerika bagian Utara, dilakukan sebuah uji coba yang sangat menarik dengan melibatkan lebih dari 10.000 orang penduduk dari kota-kota tersebut. Maharishi menerangkan bahwa angka kejahatan dan tindak kekerasan akan menurun drastis jika di setiap wilayah (distrik pemerintahan) hanya 1% saja dari jumlah penduduknya melakukan sebuah teknik meditasi khusus, yang disebut dengan Meditasi Transendental (teknik meditasi yang  melampaui pengalaman indriawi).

Inti dari teknik meditasi ini adalah untuk menghasilkan rasa damai dan tenteram di dalam hati. Maharishi berpendapat bahwa kedamaian di dalam hati yang dihasilkan oleh penduduk yang melakukan meditasi, yang jumlahnya hanya 1% dari keseluruhan penduduk tadi, secara  otomatis akan dirasakan pula oleh lingkungan di sekitarnya.

Dan hasilnya ternyata sangat mengesankan! Meskipun dalam percobaan ini hanya 1% saja dari jumlah penduduknya yang ikut ambil bagian, tapi perubahan yang dihasilkan bisa diukur dengan sangat jelas. Selama mereka bermeditasi, tindak kejahatan terbukti menurun jumlahnya. Terjadi lebih sedikit pencurian, kemalingan, tindak kekerasan, dan bahkan lebih sedikit kecelakaan yang terjadi di jalan raya. Ruang-ruang gawat darurat di setiap rumah sakit tidak sesibuk seperti hari-hari biasanya.

Hal ini terjadi tidak hanya di satu kota saja. Tetapi, hasil ini dikumpulkan dari 24 kota kecil tadi. Jadi ini sama sekali bukan hanya suatu kebetulan belaka. Meskipun orang tidak bisa membuktikan hal ini secara ilmiah, tetapi hal ini tidak bisa dipungkiri kebenarannya. Fenomena ini kemudian dikenal sebagai “Maharishi Efek” .
Beberapa tahun kemudian, “International Peace Project in the Middle East” melakukan sebuah proyek uji coba yang sama. Hasil yang mengejutkan dari percobaan ini kemudian dipublikasikan pada tahun 1988 dalam “Journal of Conflict Resolution”.

Dalam percobaan ini, para peneliti juga meminta para peserta tes untuk melakukan meditasi Transendental untuk menghadirkan rasa ketenangan (kedamaian) batin. Pada awal tahun 80-an, perselisihan yang mengakibatkan perang antara Libanon dan Israel telah mencapai puncaknya dan sangat menggemparkan dunia melalui kekejamannya. Dan tepat di daerah peperangan inilah percobaan tersebut akan dilakukan. Untuk percobaan ini, para peneliti membawa para peserta tes pada hari-hari dan jam-jam tertentu ke wilayah peperangan. Benar saja, hasilnya sungguh sangat mencengangkan.

Selama para peserta tes tenggelam dalam meditasi mereka dan menciptakan kedamaian batin, angka kejahatan dan teror menurun drastis. Bahkan kecelakaan lalu lintas pun berkurang dan unit-unit gawat darurat di seluruh rumah sakit berkurang kesibukannya. Tapi, begitu seluruh peserta tes tadi mengakhiri meditasi mereka, maka semuanya kembali berlangsung seperti biasa.

Pada percobaan ini, para peneliti mencatat semua kemungkinan yang bisa mempengaruhi hasil dari percobaan tadi. Mereka memperhatikan hari libur, hari kerja, bahkan siklus (peredaran) bulan. Mereka melakukan percobaan pada hari-hari dimana semestinya angka-angka kejahatan, teror dan kecelakaan sangat tinggi. Tapi, angka-angka ini selalu turun drastis setiap kali percobaan dilakukan pada hari-hari tersebut. Hasil percobaan ini sangat jelas sehingga para ilmuwan yang mengadakan percobaan bisa menentukan tanpa ragu, berapa banyak jumlah peserta tes yang dibutuhkan dalam bermeditasi untuk menciptakan kedamaian batin, sehingga hal ini juga dapat tercermin atau dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya.

Hal yang paling mengagumkan hanya sedikit sekali orang yang dibutuhkan. Bahkan lebih sedikit dari yang dibayangkan orang selama ini. Para peneliti hanya membutuhkan akar kuadrat (akar pangkat dua) dari 1% jumlah penduduk, yang ingin merasakan pengaruh meditasi mereka. Kedengarannya rumit, tapi sebenarnya sangat mudah. Untuk jumlah penduduk sekitar 1 juta orang, maka dibutuhkan kurang lebih 100 orang untuk melakukan meditasi.

-          Sebuah kota  dengan jumlah penduduk sekitar 1 juta orang membutuhkan sekitar 100 orang untuk bisa mempengaruhi mereka.
-           Jumlah  keseluruhan penduduk dunia saat ini adalah sekitar 6 miliar orang jadi, dibutuhkan “hanya” sekitar 8.000 orang untuk bisa mempengaruhi kita semua.

Jika hanya sebagian kecil dari jumlah penduduk yang menghasilkan kedamaian batin dalam diri mereka, maka ternyata kedamaian ini bisa diukur dan tercermin kembali pada lingkungan kita.
Bagi ilmu fisika  kuantum dan bioenergi, hal ini bisa diterangkan dengan mudah. Bagi kedua ilmu ini, hasil dari percobaan tersebut menunjukan apa yang sudah mereka kenal (ketahui) sejak lama. Yaitu, kekuatan keyakinan dalam diri kita akan menjadi berlipat ganda jika kita menerima keyakinan itu secara  berkelompok, lalu memancarkan energinya ke luar.

Pierre melanjutkan dalam tulisannya bahwa untuk kekuatan yang bisa merubah suatu lingkungan atau daerah bukan hanya meditasi saja, tapi juga keyakinan dan apa yang Anda rasakan. Keyakinan dan perasaan positif adalah komponen dasar dari meditasi dan doa. Berikut ulasan Pierre mengenai keyakinan kita yang bisa merubah dunia.
.
Keyakinan Kita Bisa Mengubah Dunia

Keyakinan kita bisa melakukan hal ini secara terus-menerus. Juga sekarang pada detik ini. Tapi, apa yang sesungguhnya kita yakini? Berapa banyak dari kita yang berpikir bahwa kita berada di dunia yang luas ini dengan segala kerumitan dan segala permasalahannya, namun kita sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa. “Apa yang bisa kita lakukan seorang diri, yang bisa mempengaruhi 6 miliar orang lainnya?”

Tentu saja kita berpikir seperti itu. Dan hal ini mudah dimengerti. Tapi, kita juga harus tahu bahwa hal tersebut hanya merupakan keyakinan kita saja. Dan keyakinan memiliki kekuatan untuk membentuk dunia.
Jika kita ingin mengikuti pendapat umum, bahwa semua permasalahan di dunia ini tidak lagi bisa   kita kuasai atau kita mengerti, maka kita akan  melaju mundur ke belakang dengan kecepatan yang tinggi. Lalu kekerasan, kecelakaan, dan lain sebagainya pun akan semakin sering terjadi. Melalui keyakinan kita tadi, kita secara sadar ikut serta dalam perkembangan tersebut. Kita ikut membangun dunia yang penuh dengan kekejaman, kekerasan, dan segala macam tindakan negatif lainnya.

- Janganlah begitu mudah menerima atau mengambil alih pendapat orang lain, lalu menyatakan bahwa Anda juga setuju dengan pandangan tersebut. Karena melalui Anda, pendapat tadi akan diteruskan kepada orang lain. Jadi, pikirkanlah pendapat Anda sendiri.

- Jika Anda merasa yakin bahwa Anda bisa sedikit mengubah dunia, makan Anda akan segera bertemu dengan orang-orang yang memiliki keyakinan yang sama  seperti Anda.

- Ingatlah selalu: Cukup 100 orang saja yang dibutuhkan untuk mempengaruhi sekitar 1 juta manusia agar mereka mengubah sikap mereka.

Sumber :
http://healindonesia.wordpress.com/2012/01/16/rahasia-mengubah-dunia-lewat-doa-dan-meditasi/

semoga arsip artikel ini ada manfaatnya.
salam,
edy pekalongan

Jumat, 19 Oktober 2012

kembali ke jawa

siapapun yang saat ini yang suka bermeditasi dan fokus di cakra jantung / dada. maka dia sudah seharusnya naik fokus di cakra dahi / ajna. karena saat ini emosi negatif dari masyarakat banyak yang terbuang ke sekitar lingkungan. apa itu emosi negatif : kemarahan, kebencian, kesedihan, ketakutan, kecemasan. itu semua mencemari atmosfer kita. orang orang yang bermeditasi fokus di dada atau mengolah hati / perasaan . maka dia akan terkena efeks amping yaitu karena kepekaannya dia malah menyerap emosi negatif yang jumlahnya semakin besar. perasaannya menjadi sensitif dan mudah meledak ledak. ini sebabkan karena getaran perasaannya menyerap apa yang terjai di sekitarnya. ini sangat berbahaya untuk kesehatan jiwa dan raga. 

siapapun yang masih befokus meditasi di cakra dada. harus melakukan proses pembersihan energi stres di dalam dirinya dan di salurkan ke dalam magma bumi untuk di netralkan. caranya dengan mengarahkan kedua telepak tangan menghapa ke tanah dan di niatkan untuk menyalurkan semua bendungan emosi yang terkumpul di dalam diri , ke dalam inti bumi / magma. bayangkan aliran air berwarna hitam keluar dari telapak tangan anda mausk ke dasar bumi. lakukan sambil bernafas santai dan ketika visualisasi anda menunjukkan air yang keluar dari telapak tangan anda sudah berwarna bening. maka sudahi kegiatan menyalurkan energi negatif ke inti bumi. anda tahu bahwa petir yang menyambar di salurkan ke bumi untuk di netralkan. itu proses kerjanya sama.

setelah proses pembersihan , maka anda perlu membuat gelembung cahaya perisai yang mengurung tubuh anda. berwarna ungu atau pilihan warna putih kristal . isi gelembung cahaya tersebut dengan getaran energi cinta kasih.  lalu beri perintah  agar menjadi pelindung anda selama terjaga ataupun tertidur dari semua getaran emosi negatif dari luar diri anda. semuanya di tolak dan di netralkan dengan gelembung cahaya ini.

lakukan ini selama 30 hari . maka anda akan memiliki kestabilan emosi. karena anda sudah menjadi tipe orang yang tidak suka menyimpan emosi negatif dan melindungi diri dari radiasi emosi negatif dari orang lain dan lingkungan.

orang orang yang suka bermeditasi dan melakukan ini . maka dia akan selamat dari gempuran energi negatif yang berasal dari akumulasi kemarahan masyarakat , kesedihan masyarakat dll. 

fokuskan meditasi anda di cakra dahi atau ajna. dan tetaplah melakukan tehnik meditasi anda / membaca mantra / dzikir/ namun ingatlah untuk tetap di cakra dahi . jangan turun ke cakra dada.  ini agak sulit dan memerlukan penyesuaian. 

secara awam. manusia saat ini harus menggunakan logika akan sehat dan kemanusiaannya . ini di sebut kebijaksanaan / budhi . sudah bukan lagi saatnya di ombang ambingkan oleh perasaan di sakiti / menyakiti karena keyakinan kita di rusak. keyakinan letaknya di dada. tapi kebenaran / fakta letaknya di dahi /kepala.
orang orang yang belum bisa menerima kenyataan hidup yang sebenarnya , sesungguhnya masih berlindung pada kepercayaan di dada yang itu bersifat keyakinan buta.

orang yang masih fokus pada perasaan , maka dia akan mudah stres dengan berbagai kondisi yang tidak menyenangkan. siapapun yang berlatih spiritual di masa ini, yang masih fokus di cakra dada. dan dia berdomisili di tanah jawa. maka dia akan segera tumbang oleh perubahan tatanan jaman.

orang orang yang mau menggunakan ajaran budhi yaitu fokus di cakra dahi / ajna , menggunakan logika akal sehat dan ilmu pengetahuan maka dia akan selamat. tidak mudah di picu untuk perang . tidak mudah di picu oleh gosip dll.

saya pribadi menggunakan metode ini mulai 3 bulan yang lalu. karena situasi jaman yang berubah. saya membentingi diri dengan energi cinta kasih dengan bersenandung mantra maha karuna dharani 12 x . dan menyalakan hio / dupa lidi kepada budha avalokitesvara . di tutup dengan membaca " om mani padme hum" sebagai proteksi energi negatif .

biasanya saya hanya menyalakan pelita / lilin . tapi saat ini mengingat perubahan tatanan spiritual di jawa. maka saya menyalakan hio , menyalakan pelita . dalam meditasi saya.

tidak hanya itu , saya kembali menggunakan cara leluhur mojopait  dalam bersyukur yaitu dengan menyalakan dupa lidi untuk roh di dalam diri saya, untuk roh roh leluhur saya dan untuk Alam semesta sebagai penjelmaan Tuhan .

pengertian leluhur adalah orang tua dan nenek moyang manusia yang nantinya sambung menyambung sampai akar manusia manusia unggulan yang pernah hidup ribuan tahun yang lalu. jika di jaman mojopait . lelehur orang jawa adalah manusia dewa atau bethara. dan setiap manusia jawa memiliki bathara yang bertugas membimbingnya sesuai waktu kelahirannya / wataknya . ini disebut wayang atau bayangan nya.

menurut saya, setiap suku memiliki leluhur penjaganya masing masing. ini yang sudah di tinggalkan oleh orang jaman ini karena adanya agama agama formal. praktik seperti ini bagi pemeluk agama samawi ( yahudi ,kristen & islam ) disebut sebagai animisme / kepercayaan pagan. dan cenderung di cap sesat.

orang jawa kuno , menyakini leluhurnya adalah titisan dewa. dan guru gurunya adalah dewa . maka setap orang jawa kuno selalu menggali watak luhur di dalam dirinya / unsur dna terbaik. / karakter mulia. sesuai dengan bathara dalam wayang yang sesuai dengan dirinya.

saya sendiri sudah menemukan nama watak luhur bathara di dalam diri saya yang perlu di kembangkan. sehingga menjadi pribadi yang tidak perlu meniru niru orang lain tapi menjadi alamiah sesuai konsep dna terbaik yang ada di dalam diri saya. ini disebut watak luhur " wayang " di dalam diri manusia jawa.

saya tidak bisa meniru niru orang lain. saya harus menjadi diri saya sendiri. sesuai alamiah penciptaan saya yang lahir dalam rupa ras jawa, dari keluarga tertentu , di lokasi tertentu , pada kelahiran ( jam, hari, tanggal & tahun) tertentu. hal ini fakta yang tidak bisa saya rubah. ini sudah pemberian dari Tuhan.

kalo Tuhan menginginkan saya menjadi orang spanyol, maka saya tidak akan lahir disini. karena setiap roh tidak bisa memilih jabang bayi dan orang tuanya , tidak bisa memilih bentuk wajah & raganya, tidak bisa memilih tempat / jaman kelahirannya. maka itu menjadi jelas, bahwa setiap orang tidak perlu lagi meniru niru menjadi orang lain. saya harus menajdi diri saya sendiri. itu fakta.

agama bisa berubah 5 x dalam satu masa kehidupan. kewarganegaraan bisa di rubah. gelar sarjana bisa di pilih sesuai selera.  tapi ras / orang tua / tempat lahir / dna kita . tidak bisa di rubah. kalo saya mengaku ngaku sebagai orang ras latin / italia ,dengan dandanan ala italia, berbicara dalam bahasa italia . lalu saya minta di akui sebagai orang ras latin / italia . maka saya hanya akan di tertawakan oleh manusia ras latin / itlaia. mereka akan tetap menyebut saya sebagai orang jawa.

ini sebuah kenyataan yang sering kali jelas dan nyata tapi di ingkari oleh banyak orang. ibaratnya kambing menjadilah kambing. ayam menjadilah ayam. kucing menjadilah kucing. karena itu potensi terbaikmu.

semoga ada manfaatnya. terima kasih.
salam,
edey pekalongan


Senin, 15 Oktober 2012

Negara Indonesia sudah bubar



Dengan sangat menyesal , saya harus menyampaikan kabar bahwa pada kenyataannya Republik Indonesia cuma tinggal sebuah nama negara tapi bukan negara sebenarnya. Negara indonesia masih berdiri di jaman kakek saya , masih berdiri di jaman ayah saya. Namun negara indonesia saat ini di tahun 2012, sudah tidak lagi sebuah negara, dalam prakteknya lebih mirip sebuah perusahaan dagang atau PT.

Ini kenyataan yang terjadi, APBN atau uang hasil upeti yang di tarik dari rakyat hanya di gunakan untuk kemakmuran pegawai yang bekerja di pemerintahan.

Harga beras mahal,  pemerintah tidak peduli. Kamu lulus universitas lalu tidak ada pekerjaan, pemerintah tidak peduli. Kamu sakit , dan tidak punya uang untuk berobat, pemerintah tdk peduli hai ini. Jika ada kepala keluarga yang di sebuah kelurahan tidak bisa beli beras, maka pemerintah tidak peduli. dia harus berusaha mencari makan sendiri.

Jika anakmu tidak sekolah, apa pemerintah peduli ? sangat tidak peduli. Kamu akan drop out atau jadi gelandangan, pemerintah tidak peduli sama sekali.

Tugas pemerintah yang benar adalah memastikan semua rakyatnya makan kenyang, ini kebutuhan paling dasar  dan kenyataannya tidak di lakukan. Pangan harus diusahakan oleh masing masing individu, itu bukan tanggung jawab negara. Artinya tidak  peduli hari ini kamu makan atau tidak, itu urusanmu sendiri karena negara tidak menyediakan jatah makan untuk rakyatnya.

Jika hari ini kamu sakit, negara juga tidak peduli. Kamu harus memiliki uang untuk berobat sendiri. Beli obat di apotik sendiri dan menjaga kesehatanmu sendiri. Pemerintah tidak peduli.  Apa Pemerintah punya petugas yang setiap hari di kelurahan siap menerima aduan bahwa ada warga yang sakit. Lalu ada dokter yang siap 24 jam memeriksa rakyat yang sakit di fasilitas negara tanpa membayar, karena setiap warga negara punya hak di periksa di layanan kesehatan tanpa membayar.  Negara kita tidak menyediakan hal itu.

Faktor pangan setiap warga negara bukan lagi tanggung jawab negara.,artinya negara tidak menjalankan tugasnya. Setiap warga negara harus mencari pangan sendiri sendiri. Negara hanya menjamin pangan bagi pegawai negri saja.

Negara Indonesia, dalam hal ini saya keliru memahami selama ini. Saya berpikir kalau saya masih hidup disebuah negara, dimana pemimpinnya bertugas mengatur semua sumber daya agar semua rakyatnya bisa makan kenyang. Ternyata hal seperti itu saja tidak bisa dijalankan oleh sebuah pemerintahan .

Sebuah pemerintahan yang tidak bisa menjamin rakyatnya makan kenyang, artinya pemerintahan tersebut gagal.  Kepala suku di pedalaman hutan saja, harus bisa menjamin warga sukunya makan dengan kenyang dan mereka menjalankan tugas itu dengan baik. Tidak ada warga sukunya yang kelaparan. Mereka punya lumbung pangan, entah itu ubi , sagu ,jagung atau beras.  Setiap kepala keluarga dalam suku tersebut punya jatah pangan dan mereka wajib bekerja sesuai arahan kepala suku.

Saat ini , berapa jatah beras /jagung / ubi/ singkong / sagu setiap orang per hari yang disediakan negara untuk rakyatnya tanpa membayar ? apakah 1 ons atau 2 ons atau 4 ons . jawabannya tidak ada sama sekali.
Dijaman presiden soeharto, harga 9 bahan pokok di subsidi oleh negara. Artinya negara masih menyumbang untuk setiap pangan yang akan di beli warga negaranya.

Saat ini 9 bahan pokok tidak di subsidi artinya negara sudah lepas tangan dengan tanggung jawabnya. Ini contoh kecil  dari banyak hal yang sudah di lepaskan dari tanggung jawab negara.
jika tugas negara sudah tidak berjalan artinya sudah tidak ada lagi negara, yang ada hanya nama negara dengan praktik yang bukan negara sama sekali.

Kesadaran saya bahwa negara indonesia sudah bubar , baru datang minggu ini. Selama ini saya masih berpikir positif bahwa ada hal hal yang bisa di perbaiki . Tenyata saya keliru. Orang yang ingin jadi pejabat harus membayar , itu artinya jabatan adalah sebuah barang dagangan.

Orang yang ingin jadi presiden harus membayar dengan modal yang sangat besar untuk biaya kampanye dan menyuap warga negaranya. Ini mirip kuis undian berhadiah.  Sehingga jabatan presiden , anggota DPR , bahkan hakim adalah sebuah barang dagangan. Orang orang yang menduduki posisi itu adalah seorang pedagang yang mencari laba untuk modal yang dikeluarkan.

Jika sebuah jabatan adalah barang dagangan, maka kita hanya punya seorang pedagang bukan seorang pemimpin. Saya baru sadar, bahwa selama ini saya hanya berharap pada seorang pedagang bukan pemimpin.

Semua pedagang hanya berharap untung, bagi mereka warga negara adalah konsumen. Negeri ini sudah berubah menjadi pasar, yang ada hanya barter , jual beli dan transaksi perdagangan dengan berbagai istilah bahasa yang di perhalus.

Maka dari itu , saya menyebut di awal tulisan ini. Bahwa saat ini negara indonesia dan pemerintahannya adalah sebuah perusahaan dagang yang dikelola oleh pedagang .

Sudah tidak ada lagi negara dan pemimpin. Jika mau mencari pemimpin, akan anda jumpai di sektor non pemerintahan, yang lebih menyedihkan adalah kinerja pegawai negeri kita lebih rendah dari kinerja pegawai swasta. Pegawai swasta sering masuk terlambat bisa di pecat, di pegawai negri tidak berlaku hal demikian.
Instansi instansi di pemerintahan yang tidak menghasilkan laba yang disetor ke kas negara , hanya bertugas mengabiskan upeti / pajak yang di ambil dari rakyat.

Pekerjaannya setiap tahun hanya membuang uang. Lalu ada yang beralasan bahwa tugas mereka adalah pelayanan. Kalau merasa sebagai pelayan, kenapa tingkahnya bukan seperti pelayan. Kenapa pakai mobil dinas yang mewah. Pelayan harus bersikap sebagaimana pelayan atau pembantu , bukan seperti bos.

Sekali lagi pandangan saya yang dulu menganggap pegawai negari sebagai pelayan masyarakat adalah keliru. Yang benar pegawai negri adalah pedagang. Mereka hanya berdagang, karena mereka hanya orang upahan yang bekerja sekedar untuk mencukupi kebutuhan pangan dan harian mereka dengan bersandar pada jatah sedikit yang di berikan oleh pemerintahan pusat yang berlaku sebagi pedagang pula. ini situasi yang buntu,  semua hanya sistem perdagangan.


Jadi  mulai saat ini. Saya tidak akan menuntut apa apa dari pemerintahan indonesia. Saya tidak akan berharap apa apa dari negara ini, saya tidak  akan mengeluh pada pelayanan di republik ini. Karena mulai saat ini, saya nyatakan dalam diri saya bahwa negara  Republik Indonesia sudah bubar . Tidak ada lagi pemerintahan, tidak ada lagi negara. Yang ada hanyalah pedagang dan pasar . Yang ada hanya transaksi. Setiap warga negara, sejatinya hanyalah penduduk yang harus berusaha sendiri agar hidup.

Jika negara sudah bubar, pemerintahan sudah bubar. Maka dasar negara sudah tidak di jalankan. Semua aturan tidak di jalankan. Saya tidak akan hormat sama pejabat selayaknya pemimpin. Karena mereka bukan pemimpin ,mereka hanya pedagang. saya akan menghormati mereka sebagai sesama manusia yang berprofesi sebagai pedagang.

 Upeti yang di tarik dari rakyat berupa pajak , menjadi uang rampokan yang dinikmati para pedagang tersebut . Korupsi menjadi praktik usaha sampingan dalam menghasilkan laba bagi para pedagang dan itu hal yang wajar.

Bidang legislatif ,eksekutif dan yudikatif . semuanya adalah pasar dan transaksi.  mulai saat ini , cara berpikir saya seperti hidup di pasar . semuanya penuh transaksi.

Saya tidak akan lagi membantu pemerintah atau negara secara cuma cuma, karena negara dan pemerintahan sudah bubar. Jika berhubungan dengan orang yang bekerja atas nama negara dan pemerintah, maka saya akan menerapkannya sebagai transaksi keuangan.

Tidak ada lagi nasionalisme karena negara sudah bubar,  yang ada hanyalah penjajahan pasar oleh perusahaan dagang. Saat ini saya mirip hidup di jaman penjajahan VOC di masa abad 17 masehi.
Sekarang kondisinya, warga negara di jajah oleh pasar perdagangan. Satu satunya jalan terbaik adalah menunggu hancurnya negara ini dengan sendirinya. Segala sesuatu sudah di perdagangkan, bahkan pengajaran spiritual sudah di perdagangkan.

Petunjuk hidup mulia di jual. memberi nasehat cara mengabdi kepada Tuhan adalah salah satu komoditas perdagangan yang laku di jual mahal. lihatlah acara di TV setiap pagi hari. Di tengah situasi masyarakat kalangan ekonomi menengah ke atas yang rindu kedamaian , maka siapapun yang menawarkan kedamaian pasti akan di bayar mahal.

Rohaniawan sudah bergaya hidup seperti pedagang, dengan menjual ajaran sebagai komoditi perdagangan , maka rusaklah tatanan hidup spiritual. Pemimpin sudah bergaya hidup seperti pedagang , dengan menjajah dan memperkaya diri melalui kekuasaannya . Satu satunya yang masih konsisten adalah kaum pedagang itu sendiri. Mereka masih berprofesi sebagaimana mestinya. Kaum pekerja adalah kaum yang juga masih menjalankan profesinya dengan semestinya. Saat ini orang mengemis bukan karena miskin , orang mengemis karena ingin cepat kaya.

Di wilayah nusantara ini , sudah jarang di temui kaum rohaniawan sejati. Kita krisis rohaniawan, karena rohaniawan sudah berprofesi seperti pedagang. ya mungkin sebagaian rohaniawan yang masih berpakaian sederhana , tidak punya rekening bank, makan secukupnya , tidak punya harta benda duniawi yang berlebihan hanyalah kaum biksu budha yang hidup dengan jubah kuningnya.

Di masyarakat kita sudah kehilangan banyak sekali fungsi pemimpin dan rohaniwan. Sehingga jiwa masyarakat hampa, tidak punya pondasi spiritual yang jelas, yang ada hanyalah uang dan uang di dalam hati & pikirannya. Di jaman ini anda akan sulit menemukan teladan hidup pemimpin dan rohaniawan.

Pujangga juga sudah hampir punah di jawa, ketika orang sibuk dengan berkata perlu penyelamatan bagi binatang langka, maka pujangga adalah salah satu jenis manusia langka di masyarakat. Pujangga adalah orang yang bisa membaca situasi batin masyarakat , dan bertugas mengisi batin masyarakat dengan kebaikan , keindahan dan budi pekerti. Ini sudah langka sekali.

Sekolah  dari SD sampai Universitas adalah sebuah pabrik ijasah dan mesin cetak laporan angka ujian. Guru hanya bertugas sebagai tukang mengajari teori. ini sungguh memalukan. masih mending tutor part time yang mengajarkan ketrampilan , mereka jelas mengajari ketrampilan dan di bayar seperti di kursus.


Tapi ini di sekolah dan guru , mereka menjadi pedagang. Mereka punya gaji tetap tapi berlaku seperti pedagang. Siswa adalah sumber sapi perah bagi sekolahan dan masih di beri berbagai tugas sekolah yang tidak berguna bagi hidupnya. Semua PR itu untuk apa ? TIDAK ADA GUNANYA dalam praktik hidup nyata. Lebih berguna pelajaran memasak dan olah raga.

Hanya di masyarakat yag masih berpegang pada adat tradisional , fungsi kehidupan bermasyarakat masih berjalan seimbang. Di perkotaaan dan pinggiran kota , juga desa desa yang tidak lagi memegang adat tradisi nenek moyangnya. Kehidupan berjalan sama, yaitu segala aktivitas kehidupan adalah transaksi keuangan, hanya soal berdagang, cari untung dan tidak mau rugi . Sudah sangat langka jika kamu mau mencari kegiatan yang sifatnya pengabdian.

Semua diukur dengan uang, bahkan menikmati penjelaskan sebuah gedung tua milik negara, harus membayar.  Sulit menemukan orang baik di republik ini , kecuali anda membayarnya dengan uang. Maka jika anda ingin pelayanan yang baik , pastikan anda membayar dengan mahal. Orang orang yang melayani orang lain dengan baik karena di bayar , mereka adalah bisnisman alias pedagang. Kalau anda tidak membayar  maka mereka tidak peduli kepada anda.

Jadi ingatlah satu hal, jika anda bertemu orang yang baik dan anda tidak membayar tapi di perlakukan baik sebagai teman bicara , teman curhat , teman belajar , maka itu orang baik.

Karena di jaman ini , ingin curhat membayar , minta saran membayar , minta bimbingan membayar. Apa apa jadi komoditi perdagangan, termasuk menitipkan anak selama 2 jam harus membayar . Di negeri ini semua di perdagangkan . Mungkin beberapa tempat masih ada yang gratis seperti berkunjung ke perpustakaan , itu masih gratis. Taman kota masih gratis.

Kita hidup di pasar besar yang mengaku bernama republik indonesia. Buka mata , siapkan mental. Jangan kaget. Itulah kenyataannya di negeri ini. Jadi berhentlah demontrasi , lebih baik bersatu dengan teman mu yang sepemikiran untuk melakukan gotong royong agar bisa bertahan hidup.  Anda bisa memasak bersama tetangga anda dengan membuat dapur umum dengan kayu bakar.  Jika pengahasilan anda rendah, hindari konsumsi barang mewah , jangan mengikuti tren. Hidup selayaknya dan sederhana . Yang penting bertahan hidup. Karena kita tidak lagi punya negara & pemerintahan. Kita tidak lagi punya pemimpin formal,  yang kita punya adalah pemimpin non formal. Tidak ada jaminan keamanan , tidak ada jaminan kesehatan. Jika anda mau aman harus punya pengawal pribadi. Jika anda mau sehat, maka anda harus olah raga dan menjaga kesehatan sendiri.

Sekarang anda ikuti aturan main di pasar besar yang bernama Republik Indonesia, tapi jangan turuti saran pemerintah yang tidak masuk akal. Karena pemerintah adalah pedagang , mereka bukan pemimpin. Perlakukan semua pejabat di pemerintahan dan pegawai negeri dengan hormat seperti anda menghormati penjual kerupuk / penjual mobil atau pedagang asongan di jalan. Karena mereka bukan pelayan masyarakat, mereka melayani bos mereka sendiri.


Satu satunya yang bisa anda andalkan adalah keluarga dan kerabat anda sendiri . Juga para sahabat dekat. Merekalah teman sejati anda, yang lain hanyalah pedagang yang ingin bertransaksi kepada anda. Mungkin anda tidak percaya dengan yang saya tuliskan ini, tapi cepat atau lambat jika anda merenungkannya dan melihat kenyataan di masyarakat. Maka anda akan sadar bahwa fungsi negara ini sudah bubar tapi kita pura pura percaya bahwa kita masih punya sistem pemerintahan. Padahal yang kita punya hanya sitem perdagangan.

Tetaplah menjadi orang baik.,itu sudah luar biasa. Jangan kehilangan rasa kemanusiaan anda. Jangan mau di adu domba karena alasan politik. Jangan mau di adu domba oleh persoalan sosial dan berita di TV. Jangan mau di adu domba karena persoalan agama.

Jadi lah baik dengan sesama manusia. Perlakukan orang baik dengan baik. Perlakukan orang jahat dengan jahat. Perlakukan pedagang selayaknya pedagang. Jika anda ingin membantu orang lain, salurkan bantuan anda secara langsung , jangan sekali kali menggunakan jalur di pemerintahan. Karena pemerintahan sejatinya sudah bubar. Hindari membantu orang orang pemerintah. Kalaupun anda di mintai bantuan, jangan lupa minta bayaran yang pantas .

Jangan salurkan bantuan anda lewat organisasi apapaun . Salurkan langsung kepada masing masing individu. Jika anda tidak bisa menyalurkannya karena sibuk, pilih orang orang yang anda anggap jujur dan bertanggung jawab untuk menyalurkan bantuan anda.

Terlalu banyak orang dermawan yang di peralat  organisasi sosial untuk memperkaya diri. Untuk memperbaiki kondisi masyarakat , anda tidak bisa melakukannya. Yang bisa anda lakukan hanya memperbaiki diri & keluarga anda sendiri. Itu sudah luar biasa.

Tunggulah sampai Republik Indonesia hancur lebur dan menjadi negara baru dengan visi baru. Maka kita bisa mulai lagi membangun setelah pengalaman hancur lebur oleh perilaku sebagian besar masyarakat kita yang merusak diri.  Masyarakat kita sebagian besar di perkotaan, sedang beranjak memasuki tahap membunuh peradaban mereka sendiri secara pelan tapi pasti.

Saya tidak bersedih atas keadaan ini. Namun saya menulis ini sebagai peringatan kepada siapa saja yang punya waktu membaca. Saya harap anda juga tidak perlu bersedih dan banyak mengeluh pada pemerintahan dan negara. Karena sekali lagi negara dan pemerintahan Indonesia sudah bubar , yang ada hanyalah pasar dan pedagang.

Saya tetap bergembira dengan hidup yang saya jalani, apapun kondisinya. Kita tidak bisa merubah di luar diri kita. Apalagi kerusakannya sudah sedemikian parah. Yang bisa kita lakukan adalah memperbaiki diri sendiri dan menjaga keluarga kita masing masing.

Saran saya kepada orang yang punya rekening milyaran rupiah. Jangan percayakan uang anda di perbankan indonesia. Kenapa anda mempercayakan milyaran rupiah uang anda kepada orang yang tidak anda kenal kejujurannya, kenapa anda serahkan uang anda untuk di pakai semaunya  oleh orang yang tidak anda kenal. Mulai saat ini , tarik uang anda yang jumlahnya milyaran rupiah, lebih baik titipkan /percayakan uang anda kepada manusia manusia terpercaya yang jejak rekam perbuatannya jelas dan bekerja untuk membangun masyarakat. Sektor pertanian dan produksi pangan , akan menghidupi banyak manusia. Lebih baik investasikan uang anda di sektor pangan daripada di titipkan di bank.

Jika anda sudah tua renta dan kekayaan anda milayaran rupiah di bank, dan anda ingin mewariskannya. Hindari di simpan di bank. Segera tarik dari bank manapun di Indonesia. Jika anda ingin menyumbangkan uang anda, belilah tanah di pedesaan/ gunung  yang masih kosong , bangun rumah rumah sederhana. Berikan kepada penduduk sekitar desa / kota terdekat yang belum memiliki tempat tinggal. Jangan lupa sawah dan ladang ,juga kolam ikan di buat sebagai penopang kehidupan di rumah sederhana yang anda sumbangkan. Listrik tenaga air / surya perlu di bangun agar tidak bergantung kepada PLN.

Sebagai orang biasa dengan ekonomi yang pas pas an. Cobalah tetap bekerja agar hidup , berusaha menjadi orang yang merdeka , jangan mau diperbudak ataupun memperbudak  siapapun , hindari membeli barang / jasa yg ditarik pajak kecuali terpaksa dan tidak ada pilihan. Jika anda di pecat dari pekerjaan disektor formal,  bekerjalah di sektor non formal , walaupun uangnya sedikit tapi upah anda tidak akan di potong pajak penghasilan yang nantinya hanya di rampok.

Yang terakhir adalah capailah kebahagiaan batin sebelum mati. Untuk apa hidup di dunia jika diisi dengan kesedihan dan penderitaan. Anda berhak berbahagia walopun situasi anda sebagai tahanan di penjara atau dalam penjajahan pedagang dan pasar bebas.

Saya percaya, orang baik masih banyak dan mereka berusaha dengan cara mereka sendiri. Hindari memboroskan uang untuk unjuk rasa menuntut pemerintah. Karena sejatinya kita tidak lagi punya pemerintahan, yang kita punya hanya pedagang dan pasar. Lebih baik simpan uang ongkos unjuk rasa dan gunakan untuk  membeli stok singkong / ubi / jagung di rumah.

Sekali lagi saya sarankan, agar tidak marah marah kepada yang korupsi , tidak perlu protes. jika KPK bubar itu lebih baik, sehingga bukti bahwa kita sudah tidak peduli lagi akan adanya negara palsu ini. Pelan pelan sistem pemerintahan palsu yang sejatinya adalah pedagang dan pasar ini sedang dalam proses penghancuran diri. Jika anda mencoba memperbaiki sistemnya, anda malah menyusahkan diri anda sendiri. Sistem pasar ini bekerja menghancurkan negara. Semakin cepat hancur semakin baik. Sehingga negara lumpuh dan kita tinggal mendirikan negara baru.

Yang perlu kita lakukan adalah  perlu mulai membangun sistem keluarga mandiri & gotong royong antar anggota masyarakat tanpa campur tangan pemerintah.  Yang hasilnya , tanpa di subsidi dan di bantu pemerintah bisa tetap hidup . Malah kita tetap berbaik hati dengan terus menyumbang upeti / pajak untuk kelangsungan sistem negara pasar yang akan hancur dalam waktu dekat ini.

Tidak perlu memonton tv yang banyak iklannya dan acara tidak bermutu. Lebih baik kita membaca buku / surat kabar tapi tontonlah siaran tv kabel yang isinya chanel yang mencerdaskan. Dengan demikian TV yang banyak iklannya akan  segera hancur karena masyarakat sudah tidak peduli dengan berbagai iklan di TV swasta nasional.

Jaman paradok sudah dimulai . istilah Ronggowarsitho , seorang pujangga jawa abad 18 M . Jaman paradoks atau segala seguatu berjalan tidak bisa diprediksi dan mudah kacau segala tatanan sosialnya. disebutnya sebagai "wolak waliking jaman ".

Ingat tetaplah bahagia. Berhentilah mengeluh dan protes kepada pemerintah saat ini. Karena dengan begitu anda mendukung percepatan penghancuran sistem pasar ini dan nanti akan kita dirikan negara baru bernama : indonesia raya , yang belajar dari kehancuran Indonesia.
seperti syair lagu " indonesia raya "
" bangunlah jiwanya...bangunlah badannya untuk Indonesia Raya "
Indonesia Raya , merdeka .. merdeka... dst,

Coba perhatikan dengan cermat, didalam syair  lagu kebangsaan kita saat ini nama negara yang kita puji adalah " Indonesia Raya", bukan Indonesia. Kita selalu menyanyikan dengan syair penutup lagu kebangsaan berbunyi : " hiduplah Indonesia Raya " .

Saya simpulkan bahwa Negara yang bernama "Indonesia Raya" akan hidup setelah Republik Indonesia saat ini bubar.  Bagi saya negara indonesia sudah bubar saat ini, sehingga yang perlu saya siapkan adalah membangun jiwa dan badan saya untuk Indonesia Raya.

kalo di keluarga saya ,  2 orang keponakan saya telah di ganti namanya karena sakit sakitan. dan terlalu sering mengunjungi dokter. setelah ganti nama , tahun tahun berlalu menjadi lebih baik dan jarang sakit sakitan. Di rumah saya, yang masih terpasang hanya foto Presiden Soekarno. Sehingga kami ingat bahwa ini masa penjajahan dan mencapai kemerdekaan.  Bendera merah putih sudah dilipat, dimasukkan lemari.
Mari tersenyum , nikmati hidup sesuai adat istiadat budaya nenek moyang masing masing. Sambil menunggu pelan tapi  pasti sehingga kesadaran Rakyat tumbuh dan mengakui bahwa negara bernama Republik Indonesia sejatinya sudah bubar.

Semoga ada manfaatnya.
Salam,
Edy Pekalongan