Jumat, 29 Januari 2010

Bumi sebagai rumah manusia




sebuah pertanyaan yang sering di
ajukan oleh orang lain adalah

"dimana rumahmu ? "

jawabanya bisa beragam mulai dari nama
jalan di tambah nama daerah sampai
nama negara.

namun jarang sekali yang menjawab
dengan sangat singkat seperti di bawah
ini:

" dimana rumahmu ?"

lalu di jawab
" rumahku adalah planet bumi "

mungkin sebagian orang akan tertawa
mendengarnya. namun kalau kita mau
berpikir sejenak

manusia itu suka sekali membuat
pemisah dirinya dengan orang lain
dengan mengatakan :

saya orang himalaya , saya orang
israel ,saya orang amerika, saya orang
jerman, saya orang eskimo,saya orang
indonesia.


padahal semua tempat yang disebutkan
dari puncak gunung tertinggi sampai
dataran rendah .

dari daerah bersalju sampai daerah
padang pasir dan hutan hujan tropis.

dari pinggir sungai sampai samudra
yang luas.

semuanya terhubung dalam satu tempat
yang di sebut planet bumi.

manusia sendiri kadang kadang lupa
bahwa dia itu manusia,

karena
pikirannya sudah terikat pada
pekerjaan yang dilakukannya sehingga
dia mengatakan

aku adalah direktur, aku adalah
gubernur, aku adalah petani.

padahal semuanya adalah sama yaitu
aku adalah manusia.

dan manusia tinggal dalam satu rumah
yaitu planet bumi.


kalau sudah
memahami bahwa kita ini sesama manusia
yang sama sama tinggal di dalam satu
rumah yaitu planet bumi ,

akan muncul
rasa bersodara diantara kita.
dan punya rasa saling memiliki rumah
kita bersama.



sebuah planet yang bisa
di tinggali mahluk hidup mulai dari
tumbuhan hewan sampai manusia.

kerusakan terhadap rumah bersama ini
akan menyebabkan hancurnya mahluk
hidup yang tinggal di dalamnya.

oleh karenanya diperlukan sikap saling
bekerjasama untuk menjaga kelestarian
planet bumi.

rumah dalam pikiran manusia yang masih
egois adalah sebuah bangunan dalam
sebuah kota tertentu ,

namun rumah sebenarnya bagi manusia
adalah sebuah planet , sangat besar, sangat indah
namun mulai rusak dan semakin parah kerusakannya
karena ulah manusia yang serakah.





tanpa planet bumi , mau dikemanakan semua uangmu ?

tanpa rumah bersama ini , apalah
gunanya semua harta benda yang kau kumpulkan ?

Lalu
mau di buang kemana bangkai manusia
yang sudah mati ?

kadang kadang manusia perlu di
kejutkan dengan berbagai bencana alam
supaya bangun dari tidurnya

dan mulai melihat apa yang sedang
terjadi dengan planet bumi sebagai
tempat tinggalnya.

kalau sudah memahami bahwa bencana
alam bisa memusnahkan spesies manusia
yang tinggal di panet bumi ,

maka
mulailah spesies manusia berpikir
untuk bertahan hidup dan menghindari kepunahan.


dari london sampai jakarta
dari afrika sampai alaska

itu semua hanyalah nama nama yang
diberikan manusia untuk mengenal
daerah daerah di dalam planet besar
sebagai tempat tinggal manusia yaitu

Planet bumi.

salam,
edy pekalongan

Selasa, 19 Januari 2010

Terapi Musik



dalam membantu orang lain yang
datang ke tempat praktek
kadangkala saya menggunakan musik
sebagai pengiring terapi prana

dalam terapi meditasi seringkali
saya juga menggunakan musik pengiring.

musik musik pelepas stres yang berirama lembut
saya gunakan.

beberapa koleksi lagu dari ENYA atau Kitaro
sebagian lagi koleksi musik bernuansa Celtic dengan
suara harpa dengan background suara ombak lembut.

musik suara alam juga saya pakai untuk
kesempatan yang berbeda
antara lain suara air mengalir dengan iringan piano ,
suara jangkrik dan kodok di malam hari
dengan iringan gitar akustik.

walaupun pada pertama kali ,
seringkali orang yang datang ke tempat saya
menganggap saya agak gila.

orang yang sakit kok di suruh duduk
mendengarkan musik aneh sambil
di terapi prana.

beberapa jenis gamelan jawa yang lembut
terutama yang dominan
pelantunan syair kehidupan berbahasa jawa
sering saya pakai untuk pembuka
praktek di pagi hari.

musik instrument sunda yaitu
suara kecapi dan suling juga sering terdengar
di tempat praktek saya.

bagi para tetangga yang sedang bekerja membatik
di rumah sebelah sudah tidak aneh lagi.




musik tanpa di sadari sudah menjadi kebutuhan pokok,
bagi sebagian besar masyarakat kota.

amati saja, kemana anda melangkah .
di mall, di kafe, di restoran,
di hotel, di mobil, di tempat menunggu

bahkan ketika saya mengetik tulisan ini
di warnet , musik sedang di putar.

tempat karaoke, diskotik , atau tempat konser musik
apapaun jenis musiknya bagi saya
adalah sebuah tempat terapi pelepasan stres.

bahkan angka penjualan musik untuk ring back tone
saya yakin bisa menyaingi angka penjualan obat tidur.

musik di beli orang , seperti juga orang membeli obat.
musik di dengarkan orang seperti juga orang makan cemilan.

dari musik etnic, musik relijius, musik popular,
musik khusus sampai musik pemberontakan

semua itu memenuhi selera telinga yang lapar...
kalau mulut punya lidah untuk merasa enak
atau tidak enak sebuah makanan

maka telinga punya antena yang
terhubung dengan pikiran dan emosi
seseorang untuk menilai mana musik
yang pas untuk kondisinya saat ini.

terlalu banyak makan makanan yang tidak sehat bisa sakit.
makan makanan yang sama dalam jangka panjang juga kurang baik.

harus seimbang untuk kebutuhan raga.

begitu pula musik,
musik berpengaruh terhadap emosi manusia.
bahkan mempengaruhi karakter dalam jangka panjang.

syair syair dalam musik bisa mempengaruhi pikiran pendengarnya.

untuk sekedar bergembira musik apapun boleh boleh saja.




tapi untuk membentuk karakter anak muda, musik sangat
bermain di dalamnya.

keras, lunak , kreatif , beringas, cuek...
santun, kritikan, menghujat, semangat , keberanian
semua sifat sifat tersebut bisa anda temuai dalam berbagai jenis musik.

termasuk sifat rela melepaskan...
sifat cinta kasih , sifat perdamaian dan persodaraan
semua itu ada juga dalam berbagai jenis musik.

musik memiliki daya pengaruh atau istilah populernya
mengandung daya hipnotis yang memasuki pikiran bawah sadar

sugesti yang diberikan oleh musik bisa membantu
di gunakan dalam memperbaiki kondisi kesehatan raga, emosi ,
pikiran dan jiwa seseorang.

makanya ada pepatah yang mengatakan
" musik adalah bahasa universal "

terapi musik , saya beranggapan sebagian besar
orang yang mengakses internet
pernah menjalani terapi musik

hanya dia tidak sadar
sedang menterapi dirinya sendiri
dengan musik yang dia dengarkan
entah itu menjelang tidur, di kemacetan
atau di tempat beraktifitas.

selamat menikmati musik
untuk kehidupan yang lebih baik

salam,
edy pekalongan

rela melepaskan...



beberapa hari yang lalu,
datang seorang nenek ke tempat praktek saya.
cerita singkatnya, beliau menuturkan sudah mengidap
gangguan kesehatan yang lama
berupa kencing manis dan darah tinggi.

selanjutnya beliau menuturkan sudah berobat
kemana mana
dan sudah ikut senam kesehatan 7 tahun
dan tidak juga ada perbaikan.

saya mendengarkan dengan seksama,
selanjutnya dia mengatakan

kata seorang ahli terapi kesehatan,
kencing manis beresiko terkena pada

1. anak yang orang tuanya mengidap kencing manis
2. banyak melahirkan
3. kelelahan

dan beliau mengatakan
" ketiga hal itulah yang seluruhnya menyebabkan dia sakit "

kemudian
setelah saya terapi prana, saya katakan.


saya ingin bertanya satu hal :
" apa ibu rela dan menerima ( ikhlas )
jika penyakit ibu nantinya berkurang ? "


dia menjawab :
" ikhlas, sungguh saya ikhlas demi allah swt.

saya adalah anggota majelis dzikir "

saya katakan :
" bagus kalo seperti itu"

satu hal...
jika ibu ikhlas atau rela dan menerima ,
janganlah ibu menyalahkan orang tua
karena penyakit kencing manis ini ,
jangan menyalahlah keadaan
telah melahirkan anak 7 orang.

jangan menyalahlah seluruh energi
yang telah ibu keluarkan dalam hidup
yang menyebabkan lelah .

hentikan itu semua . "


kemudian saya lanjutkan :
" kalo ibu menganggap
kesembuhan berasal dari tuhan dengan perantara
pertolongan orang lain dan obat.

maka sakit itu juga berasal dari tuhan
dengan perantaraan sebab yang beraneka macam.
dengan menyalahkan sebab sama saja menyalahkan tuhan
dan itu belum rela dan menerima atau ikhlas. "






karena banyak orang sakit tidak sembuh sembuh
karena dia di dalam hati kecilnya tidak ingin sembuh.

karena dengan sembuh tidak ada lagi
yang bisa
di keluhkan dan kehilangan rasa "keistimewaan"
sebagai orang yang sakit tidak sembuh sembuh.

karena dengan sehat kembali dia tidak lagi memiliki
perasaan
"saya ini sedang sakit , jadi harus di maklumi "

karena pada dasarnya setiap orang ingin merasa istimewa.
entah itu seorang pahlawan atau penjahat
pemenang atau pecundang .
orang yang sakit parah dan tidak sembuh sembuh
juga merasa istimewa.

dia begitu menikmati berbicara
tentang
penyakitnya kepada orang lain,
tidak ada bedanya
seperti berbicara tentang prestasinya,
tentang kegembiraannya.

seharusnya orang yang sakit itu
dia tidak menikmati berbicara tentang penyakitnya.

dia tidak mau membahasnya panjang lebar
dia tidak tertarik dengan segala obrolan penyakitnya

dan dia tidak tertarik ikut klub "penderita jantung "
tidak tertarik ikut klub " penderita kanker " dll.

dengan ikut perkumpulan penderita penyakit
sama saja dia sudah mencap/ melabel pikirannya
bahwa dirinya adalah orang
yang tidak akan bisa lepas dari penyakit tersebut.

karena dia malah mengikat pikirannya
dan emosinya turut serta menjadi sakit


apa jadinya orang "penderita jantung " yang
mendirikan klub " penderita jantung " yang sering
berbagi cerita tentang penyakitnya lalu sembuh.

tiba tiba semua "keistimewaan " pada dirinya hilang
karena dia bukan lagi penderita jantung , harus keluar
dari klubnya

karena kesepian..
lalu bisa jadi dia mendirikan

" klub jantung superman "

untuk kembali merasa" istimewa " dan diterima
dalam kelompok.

bagi saya .
keterikatan pikiran dan emosi pada penyakit
terlebih dahulu harus di lepaskan..

kemudian raga yang sakit di obati.

salam,
edy pekalongan

Minggu, 03 Januari 2010

Foto Guru

Foto guru adalah salah satu media yang sangat berguna
untuk di gunakan dalam mengingat sebuah tehnik
yang di ajarkan oleh guru tersebut
termasuk di dalamnya mengingat jenis jenis pelajaran
yang sudah kita serap.

saya menggunakan foto orang orang
yang saya anggap guru, karena saya merasa
telah mendapat sebuah metode / ketrampilan
baik secara langsung atau tidak langsung
dari sosok yang bersangkutan.

dan metode tersebut telah saya praktekkan
dan berguna dalam memecahkan persoalan.

dan ketika seseorang datang ke tempat praktek saya
dengan sebuah masalah dan meminta bantuan,
seringkali saya melihat gambar/ foto guru guru
untuk memilih metode yang akan saya gunakan.


berikut ini beberapa diantara foto yang
saya pajang di tempat praktek saya.



ibu Prof. Luh Suryani
---



Master Mantak Chia
---




Master Sheng Yen
---

dan masih ada foto foto yang lainnya.

salam,
edy pekalongan