Selasa, 18 Januari 2011

Harta Nusantara



ADA HARTA di
LAUTAN NUSANTARA

Republik Indonesia yang terdiri
atas wilayah kepulauan bekas koloni
jajahan belanda , perancis, inggris
,portugis dan jepang, merupakan suatu
negara kesatuan yang berdiri karena
kesepakatan raja raja di seluruh
kepulauan nusantara untuk tergabung
dalam sebuah negara baru yang modern.

Dikawasan negara Asia tenggara ,
Indonesia saat ini dianggap sebagai
negara berkembang yang ekonominya
amburadul , dibidang politik penuh
dengan kegiatan korupsi dan fakta
fakta yang membuat hati kita sebagai
rakyat indonesia merasa malu menjadi
rakyat indonesia.


Bahkan negara pulau kecil seperti
singapura saja sudah menganggap remeh
indonesia.

Namun pernahkah anda mendengar bahwa
di lautan nusantara ini ada harta
terpendam ?



Sebagian orang mungkin mengganggap ini
omong kosong namun fakta di lapangan
sangat mengejutkan .


Dari hasil penelusuran penulis di
internet ( 2007 ) , terdapat berita
yang cukup membuat terkejut , .
berikut salah satu arsip berita yang
bisa anda baca :



Kamis, 27 April 2006
PENEMUAN HARTA KARUN CIREBON BISA UBAH
SEJARAH ISLAM INDONESIA

Jakarta--RRI-Online, Penemuan kapal
berisi harta karun di perairan utara
Cirebon kemungkinan besar akan
mengubah sejarah masuknya Islam ke
Indonesia yang semula tertulis sekitar
tahun 1.100-an menjadi lebih awal,
yakni tahun 904 Masehi.

`Dari penelitian yang dilakukan
ilmuwan Jerman dan Perancis terdapat
bukti-bukti sejarah mengenai masuknya
Islam ke Indonesia pada tahun 904
Masehi,` kata Menteri Kelautan dan
Perikanan Freddy Numberi setelah
diterima Wapres Jusuf Kalla di


Jakarta, Kamis (27/4).
`Ini yang dibuktikan oleh kedua
peneliti itu. Ada bukti tulisan dalam
bahasa Arab hasil temuan di kapal yang
menunjukkan masuknya ke Indonesia pada
tahun 904 Masehi saat Dinasti Tsung
berkuasa,` katanya.

……Sementara itu, harta karun yang
antara lain berupa guci, emas, dan
batu-batuan berharga saat ini disimpan
di Bank Mandiri.

…..Numberi juga menambahkan,
pemerintah akan melakukan lelang
melalui balai lelang Indonesia sekitar
Desember mendatang di Amsterdam.

.......Harta karun yang diperkirakan
bernilai 20 juta dolar AS itu tidak
semuanya dilelang karena sebagian akan
disimpan di museum, katanya.

`Jika sejarah harta karun tersebut
bisa dibuktikan dengan lengkap, hal
ini akan bisa memberikan nilai yang
lebih tinggi menjadi sekitar 40 juta
dolar AS,` katanya.



sumber :
( http://www.rri-online.com/modules.php?
name=Artikel&sid=21454 )

dari hasil penelusuran penulis ,
lebih dari 25 kapal perdagangan yang
karam di lautan nusantara sejak tahun
1601 sampai 1875 masehi dengan membawa
barang barang peninggalan dan
perdagangan masa lalu yang belum
diangkat karena negara kita belum
memiliki tehnologinya.


Ada sebuah catatan menarik
yaitu .Pernah dilakukan perburuan oleh
pihak asing karena indonesia belum
memiliki undang undang tentang harta
karun laut yaitu :

Perburuan Kapten Michael Hatcher pada
tahun 1985 sangat menggemparkan.
Penemuan Hatcher yang spektakuler
berupa 126 batang emas lantakan dan
160.000 benda keramik dinasti Ming dan
Ching dari sebuah kapal VOC de
Geldermalsen yang karam di perairan
Riau pada masa lampau ( bulan Januari
1751)


Bayangkan, kargo sebuah kapal dapat
bernilai jutaan dollar AS. Sebagai
perbandingan, 10 persen muatan kapal
de Geldermalsen nilai jualnya hampir
200 juta dollar AS.

Modalnya memang cukup besar. Tahun
1980-an, untuk mengangkat sebuah
muatan kapal diperlukan dana 70 juta
dollar AS karena harus survei kelautan
dengan panduan arsip-arsip kuno milik
kerajaan di Eropa.

Pemerintah Zaman Orde baru juga telah
melakukan sesuatu yaitu :
Tahun 1989, dalam "Seminar Nasib Harta
Peninggalan Indonesia",

Soedomo (waktu itu Menko Polkam,)
dalam kapasitasnya
sebagai Ketua Panitia Nasional BMKT
(Barang berharga Muatan Kapal
Tenggelam ) berucap,

"Rusia yang
sedang bangkrut tidak terpikir untuk
menjual harta Tsar Yang Agung untuk
menutupi perekonomiannya."

Ini menyiratkan bahwa negara tidak perlu
menjual semua harta karun yang
terbenam di dasar laut.

Ada lagi yang unik ,
Di perairan Tulamben, Karangasem,
Bali,masyarakatnya lebih arif dalam
menangani kapal yang tenggelam. Di
desa itu ada sebuah kapal Amerika,
US Liberty, yang tenggelam saat Perang
Dunia II, oleh adat setempat dilarang
untuk diganggu.

Pertanyaannya adalah kenapa
Informasi seperti ini seakan akan
hanya menjadi rahasia kalangan
tertentu saja di indonesia ?

di tengah keterpurukan ekonomi dan
pengangguran dimana mana serta
kesengsaraan rakyat .

sudah saatnya
Penguasa dan pihak pihak yang diberi
amanat menjaga warisan bangsa ini
terbuka kepada rakyatnya dan jangan
menggunakan kekayaan tersembunyi di
nusantara ini untuk kepentingan
keluarganya sendiri.


Semoga bangsa kita sanggup memenuhi
amanat pancasila terutama sila ke lima
yaitu keadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia.

Adil hukumnya ,
adil pemerataan ekonominya dan adil
dalam memimpin bangsa ini.


( catatan ini saya buat di tahun
2007 , dan arsip yang tersisa hanya
ini. Sisanya arsip kapal yang karam
( sekitar 30 kapal ) serta lokasinya
hilang terkena virus )

--------- *** end.

nb :

baca atau download tulisan
yang lain di :

http://www.scribd.com/doc/26040643/eBook-Perjalanan-Belum-Selesai




mudah mudahan pemerintah saat ini
terbuka mata hatinya
ingat kepada rakyatnya,

duit hasil melelang harta karun
yang ditemukan tahun 2006 di cirebon.
bisa dibuka dan dicairkan
digunakan untuk
menstabilkan naiknya harga cabai ,beras, bawang merah dll.
sehingga murah dan terjangkau untuk rakyat kita yang kebanyakan
buruh miskin.

atau duitnya sudah habis
untuk pemilu presiden 2009 ?



tanah kita kaya, laut kita kaya.
tapi kenapa rakyat miskin tetap susah hidupnya.

sampai sampai kakak /adik/ibu/sodara perempuan kita
rela jadi pembantu ( TKW ) di negeri orang.
demi hidup dan demi ibu pertiwi
menyumbang banyak devisa untuk negara.

mereka lebih mulia dari pada pegawai negera dan anggota DPR
yang hanya bisa makan gaji buta tanpa produktifitas.


kejahatan yang bersemayam didada para pemimpin negeri ini
hanya bisa ditaklukkan oleh diri mereka sendiri.


"suro diro jayaningrat
lebur dening pangastuti. "


terima kasih
salam,
edy pekalongan

Tidak ada komentar: