Minggu, 08 April 2012

Prabasvara segera menjelma

Prabasvara adalah nama buku ketiga yang akan segera saya luncurkan bulan ini. Disamping adalah salah satu rancangan cover yang tidak saya setujui, karena ada rancangan yg lebih bagus.

buku ini adalah sarana saya berbagi tentang latihan meditasi relaksasi yang sudah saya lakukan, untuk tujuan menetralisir dampak stres.

naskah awal buku ini sudah ada sejak november 2011 , tapi baru rampung april 2012. sungguh seperti menunggu waktu yang pas untuk lahir.

saya tahu buku ini akan menjelma, tapi saya tidak tahu pasti kapan selesainya. ternyata selesai juga. sebuah kegembiraan. ketika saya paksakan untuk selesai di bulan februari. ternyata tidak bisa. inilah misteri menulis buku. kita tidak pernah tahu kapan selesainya.

karya ini semoga menjadi sesuatu yang berguna bagi pembacanya dimasa depan. ada doa harian saya di dalam buku ini. pagi ini muncul keinginan saya  pergi ke luar kota. sepertinya saya rindu berjalan di lorong gang kampung sosrowijayan - jogjakarta. saya juga rindu mandi di pancuran tiga daerah baturraden, lereng gunung slamet sebelah selatan . wilayah banyumas

kita lihat saja nanti. ketika semua orang sudah selesai pulang liburan. saya biasanya baru berlibur di hari ketika orang orang sibuk bekerja. karena ketika semua orang sibuk liburan , saya malah bekerja.

catatan.
13 april.

kesesokan paginya , saya sudah menyiapkan ransel dan setelah selesai sarapan saya pergi menuju jogja.
jam 3 sore , senin 9 april . saya telah kembali menginjakkan kaki di lorong gang kampung sosrowijayan untuk cek in kamar .


setelah mandi . saya segera jalan kaki menelusuri malioboro menuju pasar beringharjo untuk membeli sebuah kain batik motif pria , khas jogja atau gaya mataram. karena saya suka seminggu sekali memakai baju surjan lurik biru , ikat kepala dan kain batik khas jogja. untuk melestarikan budaya jawa yang sudah terkikis di era modern ini.

lalu saya teruskan berjalan kaki menuju alun alun lor keraton jogja , dan menengok jadwal acara di museum sono budaya . jogja. ternyata malam hari ada pementasan wayang kulit live durasi 2 jam.

setelah acara sampingan selesai , jam 8 malam saya sudah berada di museum sonobudoyo untuk menonton wayang kulit . satpan penjaga museum sempat meminta saya mengisi buku tamu. dan bercerita sebentar dengan saya. termasuk saya juga bercerita tentang kegemaran saya akan sastra dan budaya jawa. dia malah menyarankan saya menonton pentas wayang tanpa membayar.

suasana di dalam ruangan pendopo ber AC , dengan tempat duduk sekitar 45 orang , mayoritas diisi oleh turis dari eropa dan jepang. mungkin saya sendiri terlihat aneh berada disana dan menikmati pertunjukkan wayang.

lakon yang dimainkan adalah Kumbokarno Gugur. bercerita tentang matinya kumbokarno. yang ikut berperang membela alengka. dia tewas di tangan Rama yang memakai panah pusaka. cerita ini mengajarkan tentang makna cinta tanah air dan balas budi dengan akhir kematian.


saya merasa dengan uang 20 ribu rupiah seperti orang yang menonton wayang untuk diri sendiri. rasanya puas sekali bisa duduk di kursi depan melihat langsung pemain menabuh gamelan , live.

kadang perasaan ini merasa sedih, karena penikmat budaya sendiri ternyata adalah orang asing. sedangkan orang jawa sendiri terutama generasi mudanya lebih suka pergi ke mall. falsafah budaya jawa dipelajari oleh orang asing tetapi generasi muda sendiri malah acuh tak acuh. ini sebuah kenyataan yang serupa dengan apa yang telah di ramalkan oleh pujangga jawa Ki Ronggowarsito lebih dari 100 tahun yang lalu. sebuah masyarakat yang lupa dengan nilai luhur di tanah berpijaknya , terjajah oleh nilai nilai dari tanah di seberang lautan yang melalaikan jati dirinya.

bagi saya , acara nonton wayang ini untuk merayakan selesainya naskah buku PRABASVARA. perjalanan esok harinya saya lanjutkan ke semarang mengunjungi kawan . sekaligus berdiskusi dan bertepatan dengan peringatan hari lahir tokoh idola kami semua yaitu Raden Mas Panji Sosrokartono pada 10 april .

sore hari saya sempat membaca majalah National Geographic bekas yang bercerita tentang misteri harta karun peninggalan afganistan di masa kejayaan budha di sana. afganistan adalah salah satu tempat penting dalam jalur perdagangan sutra.

kami mengunjungi kawan lain , dan berdiskusi sampai jam 12 malam. tidur dan keseokan pagi . hari rabu siang saya kembali ke rumah. dengan sisa lelah .

kamis pagi , saya isi dengan berlatih senam yoga di pantai . dan merancang cover buku Prabasvara. ternyata malam jum'at terjadi sesuatu yang asik dan di luar dugaan. saya menamukan banyak foto indah tentang india dari seorang blogger perempuan yang suka berpetualang dan mendokumentasikan foto perjalanannya dalam blognya yang bisa diakses di alamat http://thecinnamonjourney.blogspot.com 


saya meminta ijin kepada sang pemilik blog melalui email untuk menggunakan fotonya. dan ternyata sang pemilik yaitu Mareta Kusumaningrum mengijinkan. lalu menjelang pagi tadi sudah menjelma sebuah cover buku PRABASVARA meditasi relaksasi yang saya inginkan.

ini cover depannya.





















saya bersyukur untuk hari ini. semoga kita semua berbahagia.
salam,
edy pekalongan












Tidak ada komentar: