Sabtu, 09 Juni 2012

belajar toleransi lewat musik



tahun lalu saya meminjam notebook teman saya untuk menulis naskah buku pertama saya. dalam notebook tersebut ada koleksi musik teman saya yang jumlahnya lumayan banyak. dari koleksi musik teman  tersebut saya belajar mengenal perbedaan aliran musik. musik yang saya sukai selama ini ternyata tidak lagi begitu asik. nyatanya ada koleksi musik teman  yang lebih asik dan enak di dengarkan.
dari kejadian ini saya belajar satu hal bahwa bertukar koleksi musik bisa menjadi sarana bagi diri saya berlatih toleransi.

saya tidak mengenal  LOBO sebelumnya. ternyata musik dia asik. apalagi lagu rock n roll nya.
saya tidak mengenal david foster sebelumnya. ternyata musik dia asik apalagi ketika saya tahu bahwa banyak artis yang di orbitkan olehnya.

saya baru tahu ternyata ada lagu "besame mucho " yang begitu enak di nyanyikan oleh andrea bocelli.
saya menikmati koleksi musik waljinah milik teman saya ini. bahkan ada album musik yang merupakan kompilasi dari para pengamen jalanan di kota kota besar diseluruh dunia yang di rangkum dalam satu album yang berjudul "playing for change "


dalam sebuah notebook teman saya itu ada beragam aliran musik . yang bahkan nama artisnya baru saya tahu. saya mendapat pelajaran nyata bahwa cukup mendengarkan koleksi musik teman saya ini, saya telah banyak belajar tentang toleransi . tidak perlu ikut seminar dan mendengarkan pidato tentang pluralisme.
saya biasa dengan musik gamelan jawa. dan saya juga biasa menikmati kasidah rebana khas timur tengah. saya suka menyimak lagu salawat nabi seperti syair tanpo waton  dari Gus Dur. saya suka kecerdasan ala Muhammadiyah tapi meraka mengharamkan rokok jadi saya lebih suka  style  Nahdhatul Ulama.
saya belajar memahami  agama lain melalui musiknya.

misalnya  saya mulai mendengarkan  koleksi album natal dari il divo. ternyata lagu panis angelicus indah sekali. lagu holy night  juga begitu menghanyutkan.
saya mendengarkan lagu ave maria. dan saya suka.
saya juga suka mendengarkan nyanyian deva premal tentang mantra gayatri . lagu namah sivaya. lagu haree krisna saya juga punya.
saya punya musik pengiring tari bali dan gamelan khas bali.
saya suka mendengarkan lagu mantra maha karuna dharani dalam bahasa sansekerta yang di nyanyikan biksuni dari nepal bernama  Ani Choying.

saya suka mendengar  kecapi suling khas cianjuran, saya punya satu album musik khas sunda .
dari pengalaman ini saya mengyimpulkan untuk diri saya sendiri bahwa banyak mendengarkan  aliran musik dari berbagai tradisi kebudayaan dan agama. bisa melatih diri saya menjadi lebih toleran.

sayangnya di kurikulum pelajaran sma tidak ada pelajaran mendengarkan musik lintas agama dan lintas tradisi suku di nusantara. padahal itu bisa menjadi sarana bagi generasi muda kita untuk belajar toleransi.


bahkan di folder musik hape teman saya yang mengaku toleran belum tentu ada musik rohani dari agama lain.

walopun hape saya ketinggalan jaman. namun masih cukup ada tempat untuk berbagai musik di dalam hape saya. di hape saya semua musik yang indah adalah setara .
latihan yang baik untuk toleransi adalah memasukkan musik rohani dari aliran keagamaan yang kita benci ke dalam hape kita.

jika anda membenci islam. masukkan aliran musik islam ke dalam hape anda.
jika anda membenci katolik. masukkan aliran musik rohani katolik ke dalam hape anda.
jika anda membenci yahudi. masukkan aliran musik rohani yahudi ke dalam hape anda.


dulu saya membenci musik jazz, karena saya anggap itu musik kaum borjuis di indonesia. saya lebih suka lagunya iwan fals. maka saya mulai mendengarkan musik jazz di tahun 2006 dan kebencian saya mulai hilang. sekarang saya tidak lagi membenci musik jazz.

bagi saya musik nasional kita adalah orkes melayu atau dang dut. sedikit info untuk anda. ada lagu dangdut baru berjudul TKW ( tenaga kerja wanita ) yang dinyanyikan oleh penyanyi dari semarang bernama soleh akbar. lagunya bagus . suaranya juga oke.

bagi saya lagu berjudul TKW ini pantas menjadi lagu favorit .karena TKW kita sebagai tenaga kerja indonesia di luar negeri setiap tahun menyumbang devisa untuk negara kita 100 triliyun.
bahkan perusahaan paling top milik BUMN di republik inipun belum mampu menyaingi jumlah rupiah kontribusi para TKW di luar negeri.


kalo lagunya Pak SBY saya malah belum punya . saya sedikit tidak suka dengan kinerja Presiden SBY maka saya ingin mencari albumnya tapi tidak ketemu. kalo ada yang punya boleh saya dikasih. semoga dengan mendengarkan musik karya Pak Beye,  ketidaksukaan saya kepada  beliau bisa hilang.
musik louis armstrong " what a wonderful world " mengiringi saya menutup tulisan ini.

salam,
edy pekalongan

2 komentar:

Anonim mengatakan...

betul, mas Eddy, musik bisa dijadikan sebagai sarana berlatih mencintai keragaman yang semakin beragam. salam sejahtera. :)

Edy Pekalongan mengatakan...

terima kasih mbak, sudah membaca. musik memang dekat dgn spiritual yg universal.