Senin, 16 Februari 2015

bunga dan hari valentine



amit amit ngaliman salam
mohon ijin berbagi
# bunga dan hari valentine
*
*
selamat merayakan hari valentine, atau apa saja atau kalo yang sepakat ini hari kasih sayang. maka saya mengajak anda mengatupkan kedua tangan di depan dada. mengheningkan cipta sejenak.
*
*
pancarkanlah perasaan kasih sayang ke dalam tubuh kita sendiri. lalu sebarkan keluar . ke sekitar anda. meluas ke segenap penjuru 8 arah mata angin, ke atas dan ke bawah. sambil mengucap
" semoga semua mahluk hidup berbahagia."
damai didalam. damai di luar.
*
*
kasih sayang mau pake simbol apa saja boleh, saya pake simbol arca budha saja, anda boleh pake simbol gambar daun waru, gambar daun ganja , gambar bunga mawar, gambar bunga opium. silahkan saja. mau memberi sebungkus coklat atau memberi sebungkus gula kopi dan rokok . itu cuma simbol. yang penting niat anda baik.
*
*
kalo ada yang melarang saya memperingati hari valentine. silahkan saja. saya bisa menjawab, saya tidak merayakan valentine. saya merayakan tanggal 14 februari sebagai hari meditasi cinta kasih . mengisinya dengan membakar dupa dan berdoa. ini artinya saya sudah memberi arti baru pada hari ini, tidak ikut ikutan. anda bisa mengarangnya juga. suka suka anda.
*
*
kalo ada yang menganggap memberi bunga mawar itu romantis, maka kenapa saat saya meletakkan segenggam bunga mawar di bawah kaki arca bathari durga di candi shiwa prambanan seminggu yang lalu. dianggap mistik. malah di foto oleh turis.
*
*
jadi simbol bunga bisa multi tafsir. merayakan valentine juga bisa multi tafsir. kalo pengertiannya kurang baik. ya anda bikin pengertian baru yang lebih baik versi anda. jika perayaaan sebuah hari ibarat sebuah lagu, bisa di nyanyikan dengan beragam cara dan nada. untuk memahami metode tersebut perlu belajar hikmah dari musik jazz, agar kita lebih luwes cara pandangnya.
*
*
semoga semua mahluk hidup selamat dan bahagia. terima kasih
*
*
salam,
wuddha paing
( nama lain edy pekalongan )




1 komentar:

wager mengatakan...

Kasih sayang membuat jiwa tidak lagi gersang. Mau dirayakan mau ditendang, tidaklah penting, asal hati senang.