Minggu, 10 Juni 2018

Merubah pola pikir itu perlu waktu dan latihan






amit amit ngaliman salam
mohon ijin berbagi
# merubah pola pikir itu perlu waktu dan latihan
*
*
jenis musik favorit saya pun tidak mudah dipahami oleh telinga orang lain. apalagi pemikiran-2 yang saya suka. lebih sulit dipahami orang lain. maka menyebarkan pemikiran yang saya suka kepada orang lain, itu lebih berat levelnya daripada menyebarkan musik favorit kepada orang lain. 
*
*
dan yang lebih penting bagi saya dalam menyampaikan pemikiran atau mengenalkan musik favorit saya kepada orang lain di sosial media adalah caranya, misalnya apakah saya ini cenderung memakai aturan / etika. apakah bahasa yang saya pakai itu jelas dan enak di simak. apakah saya memakai foto profil asli. karena sulit berkomunikasi yang baik tanpa didasari niat baik dan cara yang baik
*
*
bagi sodara-2 yang suka berkampanye di facebook tentang merubah pola pikir masyarakat agar cerdas. kalo sodara tidak tahu cara berkomunikasi yang baik. maka akan mudah timbul kesalahpahaman. maka jika mau ambil kursus dan belajar komunikasi. kalo tidak tahu cara menulis yang baik , ambil kursus dan belajar. bacalah buku , datang ke perpustakaan cari buku-2 tentang komunikasi dan tentang jurnalistik. 
*
*
kalo tidak punya uang. maka menabunglah sedikit demi sedikit atau datang ke tempat orang untuk minta diajari. dan sodara membayarnya dengan tenaga misalnya menyapu, mengepel dan bersih-2 di rumahnya. banyak cara jika mau belajar.
*
*
dua tahun ini saya berekperimen tentang merubah pola pikir orang lain. saya membuka rumah saya untuk belajar kepada 2 orang siswa. masing-masing siswa sudah berkeluarga dengan memiliki dua anak. saya susun kurikulum. saya sedikan tempat. seminggu sekali durasi 3jam. saya tidak dibayar. setiap siswa saya ajar berbeda waktunya. kadang juga pertemuan mengajar batal karena siswa membolos atau saya yang ada urusan. 
*
*
dalam 2 tahun menghabiskan waktu, tenaga dan uang dalam proses pembelajaran ini.. maka saya melihat hasilnya. pola pikir siswa saya itu berubah. lebih rukun dengan istri dan keluarganya. lebih semangat bekerja. lebih sehat. perilakunya menurut orang-2 terdekatnya lebih menyenangkan. dan lebih sering kawan-2nya datang curhat ke rumah mereka.
*
*
dari pengalaman ini. saya belajar bahwa. lebih mudah menulis essay macam begini di facebook. mengajak orang begini dan begitu . daripada menyusun kurikulum dan mengajar setiap minggu pendampingan 3 jam. selama setahun. belum lagi saya harus menyapu tempat , membuat kopi dan mencuci cangkir kopi siswa saya. ini kerepotan seminggu dua kali yang saya harus lakukan. dan saya tidak dibayar. 
*
*
saya membaca tulisan orang di facebook mengajak orang merubah pola pikir orang lain agar cerdas. itu sulit . karena merubah pola pikir orang lain itu perlu proses waktu dan latihan. apalagi ajakan itu dengan gaya komunikasi yang buruk dan dengan tata bahasa yang buruk. apalagi tanpa merekomendasikan buku yang harus dibaca. percuma saja, itu hanya membuang waktu dan menambah masalah. 
*
*
karena orang maen facebook itu rata-2 hanya untuk melepaskan kejenuhan dari kehidupan sehari hari. apalagi di kalangan kaum muda yang kuota datanya sangat terbatas. tidak semua orang punya paket data internet 30 Giga sebulan. jadi harus sangat maklum. untuk makan sehari hari saja susah. janganlah disuruh menyimak kuliah di youtube dalam bahasa inggris.
*
*
sodara boleh percaya boleh tidak. saya masih menyapu jalan gang di samping rumah. saya memajang satu lukisan saya di tembok teras rumah. disertai pencahayaan lampu secukupnya. tembok rumah juga saya buat grafiti kecil . siapa tahu orang lewat gang melirik teras dan tembok jadi terinspirasi. bagi saya seni juga harus dinikmati oleh siapa saja. termasuk orang miskin dan gratis. karena seni itu nutrisi untuk jiwa manusia. 
*
*
bagi saya , merubah diri sendiri. dibuktikan dalam hidup kita sendiri. itu lebih jelas dan nyata. yang lebih penting lagi menjaga kesehatan dan kebahagiaan saya sendiri. kalo ada tetangga atau orang menyangka saya sedikit aneh atau gila juga tidak masalah. tapi waktu yang akan membuktikannya. 
*
*
slamet sehat bahagia untuk kita semua. terima kasih.
salam,
Wuddha Paing



Tidak ada komentar: