Selasa, 14 Desember 2010

Jogja sedang marah




tentang masalah
keistimewaan jogja
yang di utak atik pemerintahan SBY
saya ingin sedikit
berkomentar

negara ngayogyakarta hadiningrat
yang merdeka diakui oleh
pemerintahan Hindia belanda.
diakui juga oleh kerajaan britania raya.

ikut bergabung membela
negara bayi yaitu Republik Indonesia.

sebagai pengasuhnya.



dan
ikut membantu anaknya
yaitu Republik Indonesia Serikat
dalam konfrensi meja bundar tahun 1949.

dengan sultan HB ke 9 sebagai wakil perundingan
dari Republik Indonesia serikat.


Ir. Soekarno sebagai Presiden RIS.
Pelantikannya dilaksanakan di Siti Hinggil,
Kraton Kesultanan Yogyakarta
para tanggal 17 Desember 1949.


makanya jogja dianggap
sebagai negara merdeka berdaulat di dalam RIS.
wilayah negara ngayogyakarta hadiningrat
tetap di kuasai penuh oleh keraton.

sampai akhirnya di penghujung tahun 2010
pemerintahan baru dan teman temannya.
yang terlalu percaya diri.

mengutak atik perjanjian lama.
lagi lagi urusan politik kekuasaan.



saya jadi ingat
tokoh deklarasi ciganjur 1998.
gus dur, amien rais, megawati
dan sultan Hamengkubuwono X
yang mendukung reformasi .

nampaknya semua akan di kalahkan secara politik
oleh mantan jendral yang jenius
dan memang saya akui dia tokoh hebat.
salah satu putra bangsa terbaik.

walaopun dulu
dia ikut membubarkan demo mahasiswa 1998.

saya jadi merenung.

jogja di minta pemerintah pusat agar demokratis
dengan pemilihan langsung.

kalo yang berbicara seorang sipil / dosen
atau mantan aktivis yang sering demontrasi.
seperti bapak sri bintang pamungkas

saya masih percaya.

tapi kalo yang berbicara demokrasi
adalah mantan jendral
yang selama karir militernya terbiasa
memerintah otoriter dan terbiasa memegang senjata.

dan sedari muda tidak pernah
ikut kegiatan demontrasi.

tapi mendirikan partai
dengan nama "DEMO titik titik "

kok sepertinya
kurang pas ya...




saatnya kita minta
ibu megawati untuk bicara
dan mendinginkan suasana.

belum terlambat untuk eling...
jadi presiden tidak untuk selamanya
jadi mentri tidak untuk selamanya
jadi DPR tidak untuk selamanya.

anda semua akan tua dan mati
ayolah duduk bersama demi rakyatmu ini.



damai saja lah...
saling rukun dan menghormati.

sambil ngopi dan makan jadah bakar
di angkringan - malioboro.
diiringi nyanyian jawa.



ono masalah di rembug
ojo nuruti howo napsu

mumpung durung kebacut.
melas anak putumu.

ini negara titipan untuk anak cucu kita
ojo serakah ,sing adil ..

duh gusti prabu nusantara
yang beristana di kadipaten Jayakarta.

njaluk ngapuro'o sampeyan
marang rakyat jogja.
wong jowo kuwi
gampang luluh atine
sugih sabar lan narimo.

dedalane guno lawan sekti kuwi
kudu andhap asor
wani ngalah luhur pungkasane..

nyawang ontran ontran sing koyo ngene
ingsun mung biso netes ke luh
eling mbah
eling pak
eling bu
eling mas
eling mbak



kasihan anak cucu...

salam,
edy pekalongan

Tidak ada komentar: