Senin, 09 Juni 2014

Olah Roso & Memutus Dendam Politik







amit amit ngaliman salam
mohon ijin berbagi
# Olah Roso & memutus dendam warisan politik.
*
*
semenjak 2007 sampai akhir 2012, saya berusaha berlatih keras melepas dendam. akhir 2013 saya sudah bisa melepaskan dan tidak mau meneruskan dendam warisan. diantaranya :
*
*
1. masalah dendam pribadi,
2. masalah dendam antar keluarga ( leluhur )
3. masalah dendam agama islam dan agama kristen.
4. dendam antara NU dan muhammadiyah
5. dendam antara kejawen dan arab
6. dendam antara jawa dan china
7. dendam kepada soeharto , Golkar.
8. kebencian kepada SBY
9. kebencian terhadap belanda / VOC / jepang.
10. kebencian kepada paham komunis / PKI ataupun FPI .
11.warisan dendam mojopait hindu kepada Islam demak / wali songo, dendam sejarah ini muncul menjadi jadi saat latihan meditasi / Yoga semakin dalam. ini yg agak sulit. tapi sudah bisa lepas.
*
*
semuanya sudah selesai. dan saya lepas. latihan saya panjang lebih dari 6 tahun. sampe latihan tidak punya rekening bank 3 tahun. keluar dari cara bekerja yg umum.. hidup sangat sederhana. banyak berbuat baik. tidak mau punya KTP 2 tahun. karena saya anggap Indonesia sudah bubar.
*
*
banyak merenung, menulis & berbagi tulisan . & ekperimen menempuh cara-2 life style yg sedikit aneh utk menarik kesimpulan pribadi bukan katanya. misal saya merawat tetangga saya yang miskin , ibu rumah tangga yg sakit TBC , yg sudah putus asa, karena sakit tahunan, seminggu sekali selama 12 bulan lebih , gratis.
*
*
lalu nonton debat capres barusan, di keluarga kami yg pendukung soekarno sampai megawati ( 3 generasi ) . ayah masih menaruh dendam pada soeharto dan di lampiaskan kepada Prabowo. sempat ribut debat di keluarga kami. tapi Maap, saya tidak mau meneruskan dendam politik tersebut.
*
*
begitu susahnya melepas dendam politik ini. tapi saya sudah bisa. dengan memilih mendukung Prabowo. untuk membuktikan saya sudah tidak benci keluarga cendana / soeharto juga orde baru dan memaafkan. tahun ini saya juga rela mencoblos PKS di salah1 kartu suara propinsi ( PKS adl salah1 partai yg saya benci sejak 1999 ). tapi saya tidak mau memaksakan orang suka Prabowo. itu bukan urusan saya.
*
*
lalu Jusuf Kalla yang sudah sepuh , memicu pertanyaan. yg kebetulan membangkitkan dendam keluarga kami kepada Orde Baru. saya sadar , kenapa banyak masalah tidak selesai. karena generasi tua rajin merawat dendam, diwariskan. bahkan remaja yg baru 18 tahun , di doktrin ikut benci Prabowo dengan kampanye-2 yg menjelekkan orde baru.
*
*
silahkan anda pendukung capres masing-2 dengan melestarikan dendam politik. tapi perlu di catat. kebencian anda sama Prabowo belum tentu sedalam kebencian keluarga kami terhadap soeharto , orde baru , golkar dan semua pewarisnya.
*
*
belum tentu ayahmu aktivis partai. atau kakekmu adalah laskar pejuang yg menolak di beri gelar pejuang , dengan alasan harusnya kawan-2 pendekar yg sudah mati tidak tahu rimbanya harus diberi penghargaaan lebih dulu, jadi dia merasa tidak layak.
*
*
di keluarga kami tidak ada yg PNS. rata-2 buruh dan saya tidak sudi jadi PNS sejak dulu awal lulus kuliah .. karena saya benci perilaku sebagian besar PNS dan mobil plat merah yg rata-2 hipokrit / munafik perusak anggaran negara. tapi sekarang sudah tidak begitu benci.
*
*
selamat meneruskan dendam politik, dan dendam-2 yang lain. dan melampiaskannya di setiap kesempatan. kan sudah di contohkan malam ini di TV. semoga tidak terjadi perang sodara.
*
*
jika tulisan ini dianggap sok / pamer atau kampanye. silahkan saja. tapi niat saya bukan itu. ada yang baca atau tidak , pun saya tidak peduli.
*
semoga semua mahluk berbahagia.
OM shanti shanti shanti OM
*
*
salam,
edy pekalongan


2 komentar:

faesal mohammad mengatakan...

Sungguh menakjubkan jika semua warga indonesia bisa berpikir seperti sudara,indonesia akan menjadi sorga yg melebihi apa yg di dongengkan dalam agama.
mugi" bisa menjadi bahan renungan bagi saya pribadi..

Salam Damai utk Semesta saudara _/\_

Anonim mengatakan...

Nomere piro bengi iki mbah,? ^0^