Jumat, 30 Januari 2015

meluaskan sudut pandang





amit amit ngaliman salam
mohon ijin berbagi
meluaskan sudut pandang 
*
*
saat saya sedang duduk bersama kawan-2 disebuah lantai atas sebuah penginepan. area terbuka yang ada taman kecilnya. saya menghadap ke arah jalan, teman menghadap ke arah saya. ada lagi yang duduknya menghadap ke sisi lain. masing masing sudut pandang mata menghasilkan pemandangan yang berbeda. walopun kita duduk ngobrol bersama. 
*
*
begitupula sudut pandang pikiran, akan menghasilkan pandangan yang berbeda. orang yang hanya suka melihat ke selatan, akan melihat sisi pandangan dari arah selatan saja. 
*
*
begitupula dari arah yang lain. semakin banyak mempelajari sudut pandang yang berbeda, maka akan semakin luwes dalam melihat seseuatu, tidak satu arah. tidak merasa paling benar. tapi mau menyimak pendapat orang lain. dan tidak gampang mencap salah tanpa data dan fakta.
*
*
sebuah artikel / tulisan atau buku adalah sudut pandang penulisnya. sebuah potret adalah hasil rekaman kamera terhadap kenyataan dari sudut pandang juru potretnya. maka sebuah objek dan pemandangan yang sama, akan berbeda hasil potretnya pada setiap masing-2 tukang potret. 
*
*
potret ini bahasa sekarang namanya Foto. sebuah foto mirip sebuah laporan penelitian, hasil statistik, sebuah hasil pengumpulan data. adalah cara seseorang menangkap kenyataan. kalo laporan keuangan itu dalam bentuk data tulisan dan angka juga grafik. kalo potret itu dalam bentuk gambar, dulu hitam putih sekarang foto berwarna. bahkan sudah ada foto aura. itu semua sudut pandang.
*
*
sebuah potret masa lalu , tidak bisa dipakai untuk menilai kenyataan saat ini. potret jaman SD berbeda dengan saat sekarang. sudah lain . apalagi potret saat seribu tahun lalu di jadikan patokan saat ini. sulit dan tidak masuk akal. meneladani cara hidup orang jaman seribu tahun lalu , tidak bisa diterapkan pada saat ini. situasinya sudah lain. 
*
*
anak muda modern diminta meniru dan meneladani orang yang hidup tanpa listrik seribu tahun lalu. ini lucu. tidak masuk akal. meniru gaya hidup era tahun 1970-an saja , ia tidak mau. pake celana cut bray. naik vespa atau honda super cub . 
*
*
sikapnya tidak pro blok barat ( amerika serikat group ) ataupun blok timur ( uni soviet group ) . tidak pake HP. cukup telepon kabel. atau kalo mendesak pake telegram. musik rock klasik. model rumah arsitektur modern amerika ( atap datar , kaca ) 
*
*
gaya era 1970-an saja . itu saja belum 50 tahun , masih mudah di jalani, orang tidak mau. lha kok ada di TV orang memuji dan menyontoh cara hidup jaman naik unta, ataupun naik kapal kayu tanpa mesin, sekalian saja naik blarak mabur ( dahan kelapa terbang ) seperti pendekar mantili atau brama kumbara.
*
*
kalo tentang kebaikan menjalani hidup, jaman dulu ataupun sekarang sama saja. ada orang baik. ada orang jahat. tinggal baca buku biografi banyak tokoh dan ilmuan ataupun filantropis ataupun selebrity dunia. itu lebih mudah dan masuk akal. 
*
*
mau semakin luas pandangan hidup seseorang, maka ia harus naik ke tempat yang lebih tinggi. itulah kenapa di sebuah kota pasti ada menara. di beberapa tempat ibadah juga ada . itu simbol bangunan mengajak orang meluaskan sudut pandang. melihat tanpa tertutup . sehingga tahu situasi lebih jelas. pandangan 360 derajad. 
*
*
dalam ajaran pribumi, disimbolkan mencapai puncak gunung. karena orang yang naik gunung, sampai di puncaknya, ia akan melihat pemandangan yang berbeda. sudut pandangnya lebih luas. 
*
*
hal hal yang dianggap besar saat di bawah. saat berada di puncak gunung , berubah menjadi sesuatu yang kecil. perubahan pandangan inilah yang nantinya merubah pola pikir dan perilaku hidup seseorang, agar menjadi lebih terbuka.
*
*
cerita dari kawan di Ubud - Bali , kalo upacara agung. membaca mantra itu bukan hanya satu arah menghadap. tapi ditujukan ke 8 arah mata angin. di tambah atas dan bawah juga satu di tengah / ke dalam. menjadi 11 arah. pantas saja , Bali sangat terbuka terhadap turis. merangkul semua arah. karena mengakui kiblat / susut pandang yang tidak hanya satu. tapi sebelas. 
*
*




semoga semua mahluk selamat dan bahagia. 
Om shanti. 
*
*
salam,
Wuddha Paing
( nama lain edy pekalongan )


Tidak ada komentar: