Kamis, 28 Mei 2009

Terapi meditasi ...




Shock!!... karena Suami meninggal mendadak

ada kejadian memilukan yang menimpa salah satu kerabat saya.

suami yang di cintainya, pamit pergi liburan dengan temannya namun pulang sudah tinggal jenasah yang di bawa ambulance, karena sebab kecelakaan.

tidak sempat ada pesan dan kesan hanya tiba tiba jam 3 malam ambulance datang membawa jenasah ke rumah.

shock !!
itu yang dialami oleh si istri - seorang wanita berusia 47 tahun.

persoalan mulai muncul,
si istri tidak sadarkan diri berkali kali sehingga acara pemakaman dia tidak menyaksikan dan sampai sore tetap pingsan.

sampai menjelang jam 5 sore, seorang anaknya datang ke rumah meminta tolong saya untuk membangunkan ibunya yang pingsan tapi tidak mau bangun bangun walaupun sudah di bangunkan oleh banyak orang.

ketika saya datangi ,saya lihat kondisinya cukup memprihatinkan, kaki dan tangannya sudah dingin semua.

saya lakukan pertolongan pertama dengan mengguyurkan air hangat ke kaki dan tangan agar aliran darah kembali lancar dan suhu kulit di kaki dan tangan kembali stabil.

lalu saya melakukan terapi sugesti dengan energi prana.. yang membuat saya agak was was adalah kejadian membangunkan orang pingsan ini di tonton 15 orang lebih sehingga kalo berhasil nanti saya di kira dukun.... (ha..4x)

akhirnya selang 5 menit wanita tersebut bangun, dengan mata masih kabur karena terlalu banyak menagis..

saya memberikan pijatan ringan di kepala dan punggung. lalu menyuruh keluarganya memberi air teh hangat manis dan jamu tolak angin.

saya pesankan kepada seluruh anaknya agar ibunya tidak boleh tidur lagi sampai jam 10 malam ketika saya kembali lagi ke rumah tersebut, tujuan saya adalah agar ketika tidur dia benar benar pulas sehingga besok paginya energinya bisa pulih.

esok harinya saya diminta melakukan terapi agar rasa shock dan kesedihan mendalam yang dialaminya bisa di atasi dan tidak sampai membuat gangguan psikologis.

lalu saya lakukan terapi meditasi untuk membantu menenangkan pikirannya dan membimbing dia agar bisa menerima keadaan.

sejarahnya...
terapi meditasi ini pertama kali saya terapkan kepada ibu saya sendiri, ketika adik kandung saya yang paling bungsu meninggal mendadak karena demam berdarah di tahun 2007.

ibu saya terpukul berat... tapi untungnya semua bisa di atasi dengan baik.

kembali ke persoalan semua...
keluarganya berpesan agar si istri ini di pengaruhi agar mau makan, lalu saya masukkan sugesti positif agar dia mau makan setelah terapi meditasi. setelah selesai terapi.. saya suapi wanita tersebut dengan mie goreng yang sudah di siapkan dan dia mau.. lalu di teruskan disuapi oleh anaknya.

satu hal yang membuat saya tersenyum , setelah saya suapi dia menyebut nama saya dan terima kasih.

artinya kesadarannya sudah pulih...

dari pengalaman tersebut, saya terapkan untuk kasus kasus lainnya.
semoga terapi meditasi ini bisa menjadi sumbangsih saya kepada sesama walaupun ini bukan hal yang besar.





Sikap Menerima, itu membantu penyembuhan...


ketika sesuatu tidak berjalan seperti yang di inginkan seringkali memicu emosi seseorang. karena realita yang dihadapi bertentangan dengan harapan yang di inginkan.

reaksi yang muncul dari kejadian seperti itu bisa berupa marah, kecewa, sedih.

sebuah contoh :

ketika ada keinginan makan rujak buah yang pedas tapi tubuh mengalami gangguan lambung. akan muncul gejolak di dalam pikiran
" kalo di makan nanti maag saya kambuh, tapi saya ingin... nekat apa tidak ya ?"
bisa jadi keputusannya adalah :

" tidak lah aku takut perutku tambah sakit atau
nekat saja lah.. nanti kalo kambuh ya minum obat"

seorang kenalan pernah bertanya, adakah terapi yang bisa dilakukan dalam menghadapi gangguan kesehatan, misalnya maag yang saya hadapi...

saya bilang " ada, salah satunya sikap menerima "

bagaimana melatih sikap menerima ? " di bertanya kemudian.

saya beri dia latihan sederhana.

ada beberapa langkah self healing dengan sikap menerima yang bisa dilakukan dalam kasus sakit maag ini. berikut panduan ringkasnya :


1. letakkan kedua telapak tangan di lambung anda.

2. fokus pada telapak tangan dan lambung anda, ucapkan afirmasi

" saya menerima sakit di lambung saya dengan sukarela, semua sakit, perih .semua suka dan duka saya terima dengan sukarela" 3x

3. lanjutkan dengan mengucapkan

" wahai lambung mulai saat ini tersenyumlah ( bayangkan sebuah senyuman muncul di pikiran anda dan anda ikutlah tersenyum) dan seluruh organ organ tubuh saya tersenyum.

lalu pejamkan mata . bayangkan anda melihat orang orang tersenyum. lalu diamlah ..santai... selama 5 menit. rasakan sensasinya.

4 akhiri dengan mengucapkan

" terima kasih kepada lambung dan seluruh organ tubuhku yang telah bekerja dengan baik dan sempurna. terima kasih mulai detik ini saya perintahkan kepada lambung dan seluruh organ tubuh saya untuk meremajakan diri.. disembuhkan dan dipulihkan... "

5. selesai.

panduan di atas adalah salah satu bentuk latihan menerima. dan bisa di terapkan untuk kasus kasus yang lain..

bisa dilakukan satu kali sehari di waktu luang anda, waktu dimana anda tidak merasa terganggu dan bisa sendiri...

semoga ada manfaatnya.


salam,
edy
pekalongan

Tidak ada komentar: