Selasa, 01 April 2014

Pohon Bukan Bisnisman




amit amit ngaliman salam
# Pohon bukan bisnisman
*
*
Jika kita dalam berhubungan dengan manusia lain hanya sedekar melihat dalam pandangan perhitungan untung dan rugi. Maka hubungan tersebut adalah hubungan dagang / jual - beli.
*
*
Jika kita memiliki pacar, memiliki istri/ suami karena dia memberi keuntungan kepada kita baik dalam bentuk keuntungan material atau non material. Pada dasarnya hubungan pacaran atau hubungan suami istri tersebut tidak berbeda dengan perjanjian dagang. Jika itu alasannya. Maka suatu saat kita akan menghitung, apakah dari hubungan tersebut masih menguntungkan atau malah merugikan. Jika hasilnya laba, maka kita akan terus melanjutkan. Jika hasilnya rugi maka akan diputus / stop. cepat atau lambat itu akan terjadi.
*
*
Kalau anda masih menghitung untung dan rugi dalam berhubungan dengan orang lain maka anda adalah seorang pebisnis / pedagang. itu tidak dilarang, boleh saja.
*
Pebisnis dengan sebutan pacar.
Pebisnis dengan sebutan suami / istri.
Pebisnis dengan sebutan teman.
Pebisnis dengan sebutan presiden
*
Pebisnis dengan sebutan partai politik.
bahkan pebisnis dengan sebutan hamba Tuhan dengan laba berupa nikmat surgawi setelah wafat nanti.
*
*
Pikiran kita, perasaan kita mencatat setiap hari berbagai kejadian yang menguntungkan dan merugikan kita. dan itu kadang bisa melelahkan sekali dan membuat stres.
*
*
tidak sengaja suatu saat liburan, saya mandi dan berendam di air terjun kecil di pinggir hutan. saat mulai memperhatikan bahwa pepohonan hijau dan unsur alam seperti bumi, air, matahari, angin. Aktivitas mereka saya amati di luar alasan untung atau rugi . Mereka sudah melampaui ilmu dagang / jual beli . Mereka hidup bukan lagi di dasarkan pada untung rugi atau bisnis tapi sudah masuk ke persembahan ataupun pengabdian untuk kehidupan.
*
*
Pohon hijau yang rindang dalam diam bernafas menyerap karbon dioksida dan mengolahnya lalu mengeluarkan oksigen. Inspirasi dari pepohonan hijau ini saya tiru saat meditasi yaitu dengan diam dan bernafas , kadang fokus memancarkan pikiran yang positif ke sekitar kita.
*
*
benar nasehat tetua kuno, alam adalah salah1 guru bijaksana, hanya sulit kita memahami bahasanya, apalagi kondisi perkotaan yang serba diisi bangunan rekayasa manusia. kalo di atur dengan ilmu arsitektur masih lumayan.
*
kadang isinya satu blok sepanjang jalan hanya toko dan toko . yang terlihat hanya papan iklan. jadi yang lewat hanya berpikir tentang transaksi jual beli. perumahan elite pun kadang isinya seperti arena ruang pajang mobil mewah dan barang bermerek saat penghuninya keluar masuk gerbang.
*
*
bahkan kalo berjumpa teman yang di tanya bukan kabar sehatnya, suasana batinnya tapi merek smartphonenya, harga harga produk yang dikenakan atau akan di belinya. seakan pikiran manusia hanya diisi dengan angka angka perdagangan.
*
*
mungkin karena itulah nilai nilai manusia yang tulus mulai terkikis berganti robot dagang di segala bidang , apalagi jelang pemilu. tidak apa apa. itu boleh.bebas saja.
*
*
hanya bagi saya , ada hal hal yang bisa diperdagangkan. dan ada hal hal yang tidak boleh di perjual belikan. dan ada hal hal yang tidak bisa diukur nilainya dengan uang. jadi ada wilayah di luar hitungan untung rugi. dan saya sudah melihatnya dan mengalaminya. terima kasih
*
*
*
salam,
edy pekalongan

Tidak ada komentar: