Sabtu, 19 Mei 2018

Menikmati Pekalongan





# Sarung batik lelaki khas Pekalongan

Kaum lelaki di Pekalongan sejak waktu saya kecil seringkali terlihat saat berangkat menjalankan  sholat  jum'at di masjid menggunakan  sarung batik tulis  dan baju takwa  putih dengan songkok hitam. biasanya itu dari kalangan orang kaya. Tapi bagi tetua penganut kejawen, memakai sarung batik tulis  dipadukan dengan udheng batik adalah hal biasa. Kalau saat ini sudah  kembali populer memakai sarung batik lelaki di kalangan generasi muda santri.



ketika saya pergi ke Jogja dan berkunjung ke Kraton.  Melihat koleksi benda benda  milik Sultan ,  yang dipamerkan di dalam salah satu bagunan di Lingkungan  Kraton Jogja. Saya melihat banyak barang menarik dari mulai topeng kayu  sampai sepeda onthel. Tapi di dalam lemari kaca saya melihat ada koleksi sarung batik tulis khas Pekalongan untuk lelaki ada di sana, artinya sarung batik tulis  lelaki khas Pekalongan juga digemari oleh Kaum Bangsawan.



Jadi kalau saudara sebagai kaum pria dan  berkunjung ke kota Pekalongan. Benda yang wajib saudara koleksi jika punya anggaran belanja khusus adalah sarung batik tulis lelaki khas Pekalongan. Jika anggaran terbatas bisa memilih sarung batik cap . Sedangkan sarung batik Pekalongan untuk kaum perempuan, sudah sangat terkenal dan sudah banyak yang mengulasnya.



Saya suka memakai sarung batik Pekalongan.   Saya padukan dengan kaos oblong untuk bersantai atau saat menulis di depan komputer saat hari libur. Tapi saya juga mau memakai sarung batik Pekalongan untuk kegiatan lain, seperti saat nonton pameran lukisan atau nonton konser musik  jazz, saya padu padankan dengan kemeja polos. Saya pakai juga waktu  makan malam di restoran di daerah Ubud - Bali,  saat ada acara  festival sastra disana. Karena akan sangat jelas terlihat beda motif batiknya.





# Daging kerbau dan ikan pari asap 

 Menu masakan favorit saya , yaitu nasi berkat  slametan pernikahan. Isinya adalah nasi , megono, acar mentimun wortel buncis, sedikit mie goreng,  telor asin, daging  kerbau dimasak gulai manis pedas, satu ikan asin ukuran kecil dan kerupuk udang. Sangat memuaskan, saya sering makan itu saat musim slametan pesta pernikahan.



Menu soto khas Pekalongan dengan daging kerbau, sudah banyak yang menuliskannya.  Datanglah di jalan kurinci kota pekalongan ada beberapa warung soto khas pekalongan, sudah buka sejak jam 09.00 wib sampe sore hari.


Pernah mencoba makan siang dengan masakan rumah orang kampung di pekalongan ? Saya suka ikan pari asap di goreng dengan sambel tomat pedas,  semangkuk  sayur asem yang didalamnya ada irisan tempe rebus.  Tentu saja ada Nasi dan segelas teh melati hangat.  Sangat memuaskan. Jangan lupa jenis kerupuk di kota Pekalongan sangat beragam.



# Penginapan

Sangat menyenangkan tentunya bagi para wisatawan yang berkunjung ke pekalongan bisa menginap di hotel yang nyaman. Apalagi dengan  nuansa  rumah khas para saudagar pekalongan di era kolonial. Jangan khawatir, sudah ada Hotel yang demikian , namanya The Sidji Hotel, yang terletak di pusat kota pekalongan dan alamatnya mudah di cari di google.



Wilayah Pekalongan ini memiliki beragam  produk teh.  JIka saudara ingin mengunjungi perkebunan  teh juga bisa. sekitar satu jam perjalanan dari pusat kota. ini Sekedar usulan kepada pengelola hotel , akan lebih baik  jika produk teh tersebut di promosikan lewat  restoran di hotel  yang menyediakan paket  " afternoon tea "  yaitu menikmati teh hitam Pekalongan dengan sajian kue dan roti yang di produksi toko cake & bakery lokal.


# Arsitektur : Rumah Jengki 

Jika sodara menyukai arsitektur, terutama tertarik pada model rumah jengki yang populer di tahun 1950an. Maka di daerah kota pekalongan masih terdapat beberapa. Paling banyak ada di daerah pekajangan yaitu sekitar 30 menit ke arah selatan dari pusat kota. Beberapa titik di kota pekalongan juga masih tersisa bangunan bergaya art deco.


Mungkin diperlukan pemandu wisata lokal yang bisa mengantarkan wisatawan khususnya yang tertarik arsitektur rumah jengki dan  bangunan bergaya art deco. Lebih asik jika tournya, wisatawan di bonceng  memakai skuter vespa lawas atau sepeda motor honda klasik. Jika ada hotel yang menyediakan paket tour rumah jengki ini , maka akan menjadi sebuah keistimewaan yang tidak dimiliki hotel lainnya.


Jika saudara bangun pagi di hotel  dan  memerlukan joging di pagi hari,  maka naik ojek online saja menuju lapangan Mataram di depan kantor Walikota. Pukul 06.30 wib sudah rame orang berolahraga dan itu fasilitas umum. Jika Saudara suka joging di sore hari, maka pukul 16.00 wib sudah banyak orang berolahraga disini.




Sebagai penutup, ijinkan saya berterima kasih kepada semua orang yang telah berkunjung , menginap di hotel dan membeli juga memakai batik Pekalongan. Bagi pecinta kopi ,  nikmatilah  kopi arabika khas dataran tinggi Pekalongan.  Terima kasih.


Salam,
Edy Pekalongan

Blogger, tinggal di Kota Pekalongan


Tidak ada komentar: