Senin, 05 Desember 2011

flash back 2001 : Membaca Buku


( foto tahun 2001 :
di daerah perbukitan rogo selo. Pekalongan
menuju makan ki atas angin, anak ki yosopuro.
yang sempat bertarung adu kesaktian
dengan Baron Sekeber, ahli ilmu pedang dari Nederland
/ mirip ksatria templar di era awal Mataram islam )

di tahun 2001.
saat itu saya baru belajar menulis ,
belajar membuat artikel, membuat ringkasan dari sebuah buku ,
belajar mengenal dunia tulis menulis.
sekaligus sedang bersemangat
untuk membaca apapun yang menarik minat saya,
terutama buku buku masalah bisnis
karena jurusan kuliah saya adalah ekonomi, akuntansi.

di tahun 2001
manajemen adalah salah satu literatur yang paling saya sukai.
namun demikian ,kegemaran saya menulis puisi
dan ikut serta dalam lomba membaca puisi masih berlanjut.
sejarah dan politik adalah bacaan yang
membuat saya sangat kecanduan.
dalam satu bulan saya membaca minimal 2 buku tebal
atau 4 buku ukuran sedang.
tidak termasuk membaca koran, majalah ,menonon TV ,
mendengarkan radio BBC dan surfing internet.
ketika teman teman saya masih malas belajar internet ,
saya telah memiliki email.

dan saya tetap nyambi
sebagai pelayan toko batik di waktu luang ,
sejak sma saya sudah mahir melayani pembeli .
tujuannya membantu orang tua dan
agar mendapat komisi penjualan.
dengan itu saya memiliki uang lebih untuk membeli buku ,
untuk internetan dan untuk mentraktir teman.

tahun 2001.
ms. word 98 dan 2000 adalah program pengetikan
yang baru saya pelajari dan komputer masih pentium 2 dan 3 ,
menggunakan disket data untuk penyimpanan.
maklumlah dijaman itu belum musim orang memiliki flash disk.
dan belum jamannya facebook,
mahasiswa yang memegang handphone barulah anak anak orang kaya.
melihat teman saya turun dari mobil di parkiran
sambil memegang handphone dengan layar hijau atau biru
merek ericson atau nokia ,saat itu terlihat keren sekali...

flash disk pertama saya di tahun 2006,
seharga 120 ribu dengan ukuran penyimpanan 250 MB
atau seper empat giga.
sampai dengan saat ini falsh disk itu masih saya simpan.

saat ini operating system komputer
sudah mengalami perubahan drastis,
di tahun 2001,
saya tidak membayangkan akan ada
komputer tablet layar sentuh.
saya tidak membayangkan akan ada handphone
lengkap dengan fasilitas TV , radio, kamera bahkan internet.



( foto 2001 : di makam Bung Karno. Blitar. Jawa Timur.
saat peringatan 100 tahun Bung Karno, saya memakai rompi
dan kemeja pendek motif kelapa dan bunga. mungkin kalo
memakai baju seperti itu di era saat ini , dikira
penggemar musik bob marley, ganja dan jamaika )


saya termasuk generasi yang sempat
mempelajari seni mengetik manual.
saya mengenal mesin tik manual di usia 16 tahun.
cukup mahir saya menggunkannya
untuk membuat proposal kegiatan keparamukaan.

saya merasakan
menggunakan komputer DOS, windows pentium 2 ,
pentium 3 , pentium 4 , core 2, core 3 termasuk intel atom.

kalau mengingat masa era jaman awal reformasi
sampai dengan saat ini ,
ramalan jaman dulu para sosiolog
akan adanya globalisasi telah terwujud.
terjadinya kesenjangan ekonomi yang semakin tinggi juga terjadi .
terjadinya perilaku konsumtif dan kebarat baratan juga sudah terjadi,
adanya kesenjangan budaya juga terjadi,
adanya perubahan pola belajar karena kemajuan tehnologi juga terjadi.
ini semua karena indonesia sangat terbuka
terhadap tehnologi yang masuk.

pelajar smp yang belum pernah mengenal mesin tik,
komputer pentium 2 , windows 2000 , windows xp
tapi langsung mengenal windows 7
dan notebook juga handphone layar sentuh
akan memiliki sikap berbeda dengan era saya
yang mencicipi transisi perubahan dari era manual ke era komputerisasi.

pelajar kita terlanjur menghadapi goncangan budaya .
orang amerika mengenal buku dan koran.
lalu mengenal radio ,lalu mengenal Tv .
lalu mengenal komputer dll.

budaya membaca dan intelektual di amerika
sudah terbentuk lama dan mapan.
sehingga pengaruh guncangan budaya akibat tehnologi
tidak terlalu membuat mereka kaget.

berbeda dengan pelajar indonesia di kota besar,
budaya membacanya rendah.
lebih suka menonton tv hiburan dari pada pendidikan.
makanya tawuran pelajar banyak terjadi di jakarta .
karena pelajar kurang mengalamai penderitaan .
mereka terlalu banyak bersenang senang ,
sehingga kurang merasakan penderitaan
bahwa sekolah itu adalah sebuah hal yang mewah.


saya merasakan di era tahun 2011 ini , terlalu banyak hiburan.
pelajar lebih banyak bermain dari pada belajar .
sekolah adalah gaya hidup.
resikonya mental generasi muda menjadi malas
dan tidak memiliki visi yang luas.
visi generasi muda saat ini hanyalah tentang uang
dan sex serta senang senang.
bahkan generasi tuanya juga sebagian seperti itu.


ini sebuah kemunduran peradaban,
dulu saya melihat jika di kantin mahasiswa membawa sebuah buku,
atau berdiskusi .
saat ini saya melihat masing masing mahasiswa
lebih suka sibuk dengan ponsel generasi terbaru mereka
untuk mengupdate facebook dll.

seorang mahasiswa saat ini ,
sudah turun derajadnya dimata masyarakat .
dulu mahasiswa adalah sosok generasi muda
yang di hormati di masyarakat karena di anggap berilmu
dan berbudaya intelektual tinggi.
sehingga jika sedang KKN sering di jadikan
tempat bertanya oleh warga.

bahkan mendapat tempat terhormat setelah era reformasi ,
karena gerakan mahasiswalah
yang mendorong perubahan demokrasi.
saat ini mahasiswa derajadnya sudah turun dimata masyarakat ,
mahasiswa di anggap kelas biasa.
tidak istimewa.
malah terkesan mahasiswa adalah sebuah life style baru.
hanya untuk kebanggaan semu.


banyak orang bisa mengakses google
tapi pengetahuan mereka tentang sejarah tanah airnya begitu minim.
mereka lebih hapal budaya bangsa asing dari pada budaya leluhurnya.
mereka bisa mengakses banyak pengetahuan
tapi budaya membaca mereka masih rendah.

mungkin benar apa yang saya simpulkan dulu ,
bahwa membaca buku adalah tetap sebuah kemewahan.

saya masih melihat orang membaca buku
di perpustakaan ,sekolah dan kampus.
tapi saya sudah jarang melihat orang membaca buku
di bus ac yang saya tumpangi ketika keluar kota.
lebih banyak orang bermain dengan ponsel canggihnya.
bahkan di cafe juga saya sudah jarang melihat orang membaca buku.
boro boro membaca buku ,
berpikir melunasi tagihan kartu kredit saja bikin kepala pusing.. he4x.


hanya orang yang sudah kaya dan punya banyak waktu
yang bisa membaca sesuka hatinya.
itu juga tidak jaminan.
karena banyak orang sudah kaya dan punya banyak waktu
karena dari muda tidak punya kebiasaan membaca buku ,
dia menjadi tidak pernah terpikir untuk membeli buku.

saya cukupkan dulu tulisan ini.
sebagai pemanasan bagi saya menulis tema yang lain.

semoga ada manfaatnya.

salam,
edy pekalongan

1 komentar:

MATA ELANG mengatakan...

keh keh keh, sindirannya manteb bener mas. mending sekalian ditulis dari jaman "jerotan", "delikan", "gobak sodor" trus ke jaman "nitendo", "sega", "PS", DOS, pager, handphone, komputer, Laptop, sampai android, I5 dst....