Selasa, 11 Februari 2014

Mati Uripa


amit amit ngaliman salam
mohon ijin berbagi
# Mati Matika menuju Mati Uripa

ada yang menghargai proses penambahan seperti tambah harta, tambah gelar, tambah cantik, tambah anak, tambah istri.

ada yang membenci proses pengurangan seperti kurang sehat, kurang konsentrasi, kurang bergairah, penghasilan berkurang, anggota keluarga berkurang / wafat .

ada yang suka dengan proses pembagian karena lingkarannya lebih luas dari diri sendiri . seperti berbagi minum untuk orang haus, berbagi waktu untuk orang lain yg butuh, berbagi tempat tinggal, berbagi hasil curian.

ada orang yang menambah sesuatu dlm hidupnya dengan mengurangi hak milik orang lain, itu namanya mencuri / korupsi.

dalam berdiskusi, orang yang memaksakan pemikirannya kpd orang lain dengan ancaman dan mengharuskan tidak boleh ada pendapat yang berbeda, sesungguhnya dia telah menjadi perampok kekayaan pendapat orang lain.

penjajah jaman dulu merampas tanah orang lain dan memperbudak tenaga manusianya. penjajah modern saat ini lebih canggih yaitu ada yang merampas dan mengekploitasi lahan subur pikiran warga bangsa lain dan memperbudaknya dalam sebuah sistem pendidikan yang di buat untuk mendukung kejayaan ekonomi mereka tanpa perlu pengerahan militer.

kenapa sebuah bangsa perlu menjajah pemikiran bangsa lain ?

karena di dalam dirinya merasa kekurangan atau miskin. juga takut melihat bangsa lain lebih hebat dari bangsanya. disisi lain, ini sebuah tanda rasa kurang percaya diri yang di tutupi secara halus.

dan mereka yang menjajah sering kali lupa kalo penambahan tidak pernah mencapai batas cukup.

cobahlah kamu tambahkan angka angka di rekeningmu. ketika mencapai 1milyar . tetap saja bisa ditambahkan lagi. bahkan ketika mencapai 1 triliyun masih juga bisa ditambahkan lagi. inilah yang disebut tidak pernah mencapai batas cukup.

ketika kita merasa lapar maka kita akan makan sampai merasa kenyang . sebagian orang berhenti ketika sudah kenyang.

tapi sebagian lagi tidak mengerti makna kata " cukup" sehingga sudah kenyang tapi terus makan. apa saja di makan. karena pikirannya selalu lapar. hasilnya perut buncit dan kegemukan .

apakah rata2 pejabat kita perutnya buncit dan kegemukan ?. belum ada hasil riset nya.

jika kita punya banyak uang, kita bisa makan semau kita di restoran. itu betul secara ilmu ekonomi & akal sehat .

tapi secara latihan spiritual , jika kita cukup makan 2 piring. kenapa kita makan 5 piring hanya demi menuruti rasa " suka / kegilaan" akan makanan.

tentang makanan ini bisa di ganti hal lain seperti jabatan , barang & jasa dan lain lain.

di titik inilah pelajaran olah jiwa /latihan spiritual diperlukan untuk menyeimbangkan sisi kemanusiaan kita. dengan mengasah nalar dan perasaan menjadi semakin alami dan manusiawi. maka budi yang luhur akan muncul dengan sendirinya.

tapi kalo manusia kelakuannya jadi seperti robot , seperti budak , tidak perlu latihan spiritual, itu perbuatan terlarang.

karena jika berlatih spiritual maka akan bisa mengacaukan program pikirannya artinya bisa menjadi robot / budak pemberontak, tidak mau lagi menekan perasaannya , membohongi akal sehatnya, dan tidak bersedia lagi di perbudak majikan yg tidak pernah menggajinya tapi memaksa dan mendikte hidupnya dgn ancaman hukuman api neraka setelah mati.

semoga catatan ini menjadi sia sia pada waktunya.
artinya selama masih belum waktunya berakhir , akan menjadi berguna.
terima kasih.

salam,
edy pekalongan

Tidak ada komentar: