Minggu, 24 Agustus 2014

Saya Manusia, Kamu ?






amit amit ngaliman salam
# saya manusia, kamu ??
*
*
nama seorang bayi diberikan oleh orangtua / orang lain. itu identitas buatan. bukan asli. bukan bawaan lahir. buktinya setelah dewasa bisa ganti nama.
*
*
identitas agama anak-2 diberikan oleh pihak yang mendoktrinnya. lalu muncul misalnya : saya hindu, saya kristen, saya budha, saya islam. itu juga identitas buatan. buktinya ada orang dewasa yang pindah agama.
*
*
identitas warga negara diberikan oleh negara dimana ia tinggal, ada KTP ( kartu tanda penduduk ). lalu muncul saya indonesia , saya prancis. ini juga identitas buatan. buktinya orang bisa pindah warga negara.
*
*
saya dokter , saya direktur, saya polisi , saya presiden. itu hanya pekerjaan. itu identitas buatan. buktinya orang bisa pindah kerja. kehilangan pekerjaan.
*
*
satu satunya identitas asli. "saya adalah manusia ". itu bawaan lahir. identitas manusia tidak bisa berubah. anda boleh mengaku sebagai pohon beringin, mengaku sebagai jerapah , mengaku sebagai robot, mengaku sebagai alien, tapi pengakuan anda itu tidak akan merubah fakta dan kenyataan kalo anda terlahir sebagai manusia. dan akan mati sebagai manusia.
*
*
saat seseorang yang belajar spiritual sudah menyadari satu kebenaran bahwa dirinya adalah manusia, orang lain adalah manusia. maka barulah ia bisa melangkah ke tahap mengenal kebenaran mendasar yang lain.
*
*
rumah bagi manusia yang sudah terbuka kesadarannya adalah Planet Bumi. bukan sekedar bangunan, di sebuah kota dan negara. batas negara adalah rekayasa hasil pikiran politik manusia, faktanya semua negara itu di planet bumi yang sama. ada hukum alam yang berlaku sama di bumi.
*
*
misalnya : di jawa, manusia butuh makan minum. di inggris, manusia butuh makan minum // di amerika ,api rasanya panas. di jepang, api rasanya panas. // di mesir, orang butuh bernafas menghirup oksigen, di india , juga sama.
*
*
maka dari itu orang jawa mengenal ajaran " sadulur papat, kalimo pancer atau sodara empat, yang kelima adalah dirinya sendiri. sadulur papat dilambangkan dengan warna putih, kuning, merah , hitam.
*
*
bagi saya maknanya sangat jelas. bukan ajaran mistik tapi ajaran tentang kenyataan. bahwa orang jawa sebagai manusia yang berkulit coklat sawo , mengakui bahwa dia memiliki 4 sodara, yaitu sodara kulit putih , sodara kulit kuning langsat ( misal china ) , sodara kulit merah ( misal suku pribumi benua amerika ) , sodara kulit hitam .
*
*
maka ketika tahun lalu di sebuah kegiatan writter festival di Bali , berjumpa dengan nara sumber yang mayoritas kulit putih, dan memang lebih cerdas dan hebat. ada juga nara sumber dari afrika yang kulit hitam. saya teringat ajaran sedulur papat.
*
*
juga saat kegiatan di jakarta , di penginepan , bertemu becakpakers asal argentina . saya ingat ajaran sedulur papat. maka bersama kawan lain nonton film bareng di ruang santai. ajaran sedulur papat ini bagi saya lebih nyata dan jelas.
*
*
saya manusia, kamu manusia. saya tinggal di Planet bumi, kamu tinggal di Planet bumi. ternyata rumah kita sama. ini Fakta kebenaran. tidak usah di bela.
*
*
siapa yang mengikuti ajaran sodara seagama , maka kalo dirinya keluar dari agama, maka sudah tidak dianggap sodara lagi. siapa mengikuti ajaran sodara se partai / se organisasi / se tujuan. maka ketika keluar dari partai / organisasi / tujuan. dianggap bukan lagi sodara. ini namanya sodara dengan syarat dan ketentuan berlaku. mirip perjanjian dagang / bisnis. resiko ditanggung konsumen dan produsen.
*
*
menikmati ajaran spiritual itu bagi saya mirip dengan menikmati musik dan nyanyian ibaratnya mendengar penyanyi suaranya merdu , telinga kita juga tahu. mendengar orang main piano / seruling yang indah. kita bisa merasakan. bagi yang sudah peka, saat membaca tulisan seseorang, juga akan terasa getarannya, adem apa panas.
*
*
" sedulur papat, kalimo pancer " versi saya adalah ajaran buatan manusia. tidak istimewa. sederhana. begitu sedikit pengalaman pribadi dari saya . kalo pengalaman orang lain saya tidak tahu. semoga ini menjadi sia sia pada waktunya. terima kasih.
*
*
salam,
Wuddha Paing
( nama lain edy pekalongan )

1 komentar:

Indi Sugar mengatakan...

Tulisan yang bagus :)