Selasa, 28 Januari 2014

jangan mudah percaya





amit amit ngaliman salam,
mohon ijin berbagi.

# jangan mudah percaya

kalo syarat jadi negarawan harus punya foto di samping bendera merah putih. maka saya dan anda juga bisa. tapi bukan itu cara menjadi negarawan . itu cuma hiasan luar. saya bisa menipu anda dengan menjadi negarawan palsu.

kalo syarat jadi orang bijak harus punya kutipan kalimat yang menggugah manusia lain. maka saya dan anda juga bisa. saya bisa mengutip satu kalimat :

" In my imagination I see a right world .
where everybody lives in peace and honesty " -
( dalam lamunanku, aku melihat sebuah dunia yang ideal.
dimana setiap manusia hidup dalam kejujuran dan damai.)

tapi bukan itu maksud menjadi bijak. itu hanya pemanis bibir. saya bisa menipu anda dengan pura2 menjadi orang bijak palsu.

kalo syarat menjadi seorang guru rohani, hanya cukup bisa memimpin doa. maka anda dan saya juga bisa. saya akan membaca doa saya di bawah ini :

om namah shivaya...
semoga kelicikan bertransformasi menjadi kebijaksanaan,
om namah shivaya...
semoga keburukan bertransformasi menjadi kebaikan,
om namah shivaya...
semoga gelap bertransformasi menjadi terang.

tapi bukan itu arti menjadi guru rohani. itu cuma kata kata pengharapan. saya bisa menipu anda dengan ngaku2 jadi guru rohani palsu.

maksud saya , jangan mudah terpesona dengan kata mutiara, kalimat yang menyejukkan. itu cuma ucapan.

tapi cobalah untuk melihat kenyataan berdasar Fakta dan mengalaman anda sendiri. lalu di cocokkan dgn kata2 tersebut. kalo dirasa pas. mungkin ada benarnya.

tapi jika di rasa tidak pas. mungkin saja itu kata2 salah. namun setidaknya kita sudah mencoba menggunakan uji pembuktian atas sebuah pendapat / nasehat.

sehingga kita punya pengalaman. walopun sedikit. karena pengalaman kita sendiri adalah guru yang terbaik. bukan kata kata / testimoni orang lain.

dan setiap orang sehat , berjalan dengan kakinya sendiri.
kecuali yang anak balita, orang sedang sakit , orang lumpuh atau orang yang sedang terapi belajar berjalan. atau punya keterbatasan dalam panca indriya penglihatan. itu perlu di tuntun, di dorong dgn kursi roda. dan alat bantu lainnya. seperti tongkat, baby sister dll.

apapun pendapat anda. pola pikir anda. sikap hidup anda.
jangan lupa kita sama sebagai umat manusia. masih sodara sebangsa setanah air. juga satu rumah yaitu planet bumi. itu kesamaan mendasar.

apa kabar kawan2. selamat menikmati hidup.
semoga menjadi sia sia pada waktunya. terima kasih.

salam,
edy pekalongan


Tidak ada komentar: