Senin, 09 Januari 2012

intisari : Simfoni didalam diri




judul buku :
Simfoni di dalam diri
mengolah kemarahan menjadi keteduhan

penulis : Gede Prama

penerbit : Gramedia tahun 2009
jenis buku : pengembangan diri




buku ini adalah kumpulan tulisan Gede Prama , seorang lelaki bali yang karena nasib baik di masa mudanya mendapat beasiswa kuliah di inggris dan perancis . pernah mencapai jabatan CEO di usia 40-an tahun . dan akhirnya di puncak kariernya memutuskan untuk pulang ke bali dan mengajar pengembangan diri dan motivasi berdasarkan pendekatan spiritual . pengagum Yang Mulia Dalai Lama ke 14 ini menyampaikan dalam bukunya dengan bahasa sederhana tentang kondisi masyarakat yang semakin panas lahir dan batin. buku ini mengutip pendapat seorang tokoh spiritual dunia, yang ditanya bagimana kondisi masyarakat dunia ? tokoh tersebut menjawab : dari gelap menuju gelap

buku ini mengajarkan inspirasi yang mudah dipahami tentang seni mengolah batin agar menjadi sejuk. contohnya : memandang bahwa bunga dan sampah adalah hal yang sama bergunanya hanya berbeda posisi. bunga menyebarkan wangi namun dalam 3 hari akan layu lalu menjadi sampah . sampah organik jika diolah akan menjadi pupuk dan pupuk akan menyuburkan tamanan bunga, sehingga akan memunculkan bunga baru.

siklus bunga menjadi sampah dan sampai menjadi bunga kembali ini adalah gambaran fakta kehidupan yang dihadapi oleh seseorang dalam kesehariannya. memandang bahwa kebaikan dan keburukan yang datang harus di tanggapi dengan senyuman.

pada akhir tulisan buku ini , Gede Prama mengutip pendapat Zenkei shibayama , seorang guru Zen dari jepang abad ke 20 yang karya karyanya banyak di terjemahkan ke dalam bahasa inggris . dalam salah satu karyanya berjudul : A flower does not talk. dikatakan bahwa " bunga mekar dalam keheningan , bunga layu dalam keheningan " yang pada intinya berpesan bahwa manusia yang sudah mencapai kedamaian akan meniru watak bunga . hidupnya di persembahkan untuk memberikan keindahan bagi sekitarnya tanpa banyak bicara. dan diapun meninggalkan dunia dalam damai, tidak menimbulkan gejolak bagi dunia.

mengolah kemarahan menjadi keteduhan akan mungkin terjadi, jika kita berlatih dengan serius mengolah batin kita sendiri. petunjuk sederhana dalam buku ini akan membuat kita terinspirasi.

demikian intisari buku " Simfoni di dalam diri - mengolah kemarahan menjadi keteduhan "
penulis : Gede Prama.


semoga uraian ini ada manfaatnya .

salam,
edy pekalongan

Tidak ada komentar: